Sumatera Ekspres | Baca Koran Sumeks Online | Koran Sumeks Hari ini | SUMATERAEKSPRES.ID - SUMATERAEKSPRES.ID Koran Sumeks Hari ini - Berita Terhangat - Berita Terbaru - Berita Online - Koran Sumatera Ekspres

https://sumateraekspres.bacakoran.co/

Mitsubishi baru

4 Daerah Status Siaga Darurat Bencana, setelah OKU, Pagaralam, Prabumulih, Giliran Muba

JADI KEBUN: Salah satu area tebing di pinggir jalan Lahat Pagaralam yang gundul dirambah-FOTO: KRIS SAMIAJI/SUMEKS-

PALEMBANG, SUMATERAEKSPRES.ID - Sudah empat dari 17 kabupaten/kota di Provinsi Sumsel yang telah menetapkan status siaga darurat bencana di musim penghujan ini. Setelah OKU, Pagaralam dan Prabulih, terbaru ada Musi Banyuasin (Muba).

Kabupaten Muba menjadi salah satu yang paling rawan terhadap bencana banjir dan tanah longsor. Ini berkaca dari kejadian-kejadian musim penghujan sebelumnya. "Muba sudah menetapkan status siaga darurat bencana hidrometeorologi.

Peningkatan status menjadi keadaan tanggap darurat bisa dilakukan jika terjadi kejadian luar biasa," ujar Kepala BPBD Muba, Marko Susanto.

Pihaknya telah mempersiapkan berbagai hal terkait meningkatnya status di Muba. Salah satunya menugaskan satgas di kecamatan-kecamatan rawan bencana untuk melakukan pemantauan ketinggian permukaan air sungai. “Untuk saat ini kedalaman sungai masih normal," kata dia.

Adapun daerah rawan rawan banjir di Muba salah satunya kawasan sepanjang bantaran Sungai Musi. Mulai dari Kecamatan Sanga Desa sampai Lais dan Sungai Batang Hari. Kemudian di Keluang, Tungkal Jaya, dan Sungai Lilin. Ditambahkannya, status siaga bencana hidrometeorologi di Muba berlaku hingga 31 Mei 2026. Pemberlakuan itu melihat kondisi musim hujan yang akan terjadi di wilayahnya. 

BACA JUGA:Bagian Penting Pendidikan Karakter, Disdik Kota Palembang Galang Donasi Korban Bencana Sumatera

BACA JUGA:Sumsel Waspada, Bencana Hidrometeorologi Meluas dari Sumatera ke Pulau Jawa

Kepala BPBD Sumsel, M Iqbal Alisyahbana menjelaskan, daerah menaikkan status siaga darurat bencana sebagai upaya mempercepat respon dan menekan risiko kerugian akibat potensi bencana hidrometeorologi yang mungkin terjadi ke depan.

“OKU lebih dulu menetapkan, lalu Pagaralam dan Prabumulih juga sudah siaga. Kini Muba,” ungkapnya. Dengan status siaga darurat bencana, seluruh unsur pemerintah dan masyarakat meningkatkan kesiapsiagaan. BPBD Sumsel sendiri telah melakukan langkah antisipatif berupa penyiapan peralatan, personel, serta logistik di titik-titik rawan.

“Peralatan dan perlengkapan sudah siap. Logistik pun sudah ditempatkan di daerah prioritas agar distribusinya cepat saat terjadi bencana,”tutur dia. Sementara Pemprov Sumsel masih menunggu sinyal dari BMKG sehingga belum menetapkan status siaga darurat bencana se-provinsi. Meski begitu, kesiapsiagaan tetap menjadi prioritas.

“Kita menunggu laporan signifikan dari BMKG. Kalau ada indikasi yang serius, tentu provinsi akan menetapkan status siaga,” imbuh dia. Dari rilis yang dikeluarkan Stasiun Klimatologi (Statklim) Kelas I Sumsel, curah hujan sepanjang Desember 2025 ini sebagian besar kategori tinggi, yaitu 300-400 mm.

Curah hujan tinggi ini diprediksi akan turun di hampir semua daerah di Sumsel. Kecuali, sebagian kecil wilayah Sumsel Pesisir Barat, Utara dan Timur, yang akan diguyur hujan pada kategori menengah (200-300) mm. “Penting mewaspadai dan memitigasi potensi dampak bencana hidrometeorologi untuk mengurangi risiko yang timbul, baik secara materi dan korban jiwa,” tandas Kepala Statklim Kelas I Sumsel, Wandayantolis.

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan