"Saya berkomitmen untuk sungguh-sungguh menjalankan peran saya, sebagai wakil rakyat dengan ketulusan, keberanian, dan tetap menjaga sumpah yang telah saya ikrarkan," kata Eko didampingi rekan sejawatnya, Pasha Ungu.
Permintaan maaf juga disampaikan Surya Utama alias Uya Kuya. "Assalamualaikum warohmatulah wabarokatuh. Saya Uya Kuya menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya. Tulus dari lubuk hati saya yang paling dalam untuk seluruh masyarakat Indonesia atas apa yang terjadi beberapa hari terakhir ini atas perbuatan yang saya lakukan baik sengaja ataupun tidak sengaja," kata dia.
BACA JUGA:Propam Gerak Cepat, 7 Anggota Brimob Diamankan Usai Ojol Tewas Terlindas Rantis Saat Demo
BACA JUGA:Pernyataan Kapolri atas Dugaan Rantis Brimob Lindas Driver Ojol di Tengah Aksi Demo
Sedangkan Nafa Urbach meminta maaf atas pernyataannya yang dianggap tak memiliki empati kepada masyarakat. "Saya Nafa Indria Urbach minta maaf yang sebesar-besarnya atas setiap perkataan yang keluar dari mulut saya yang menyakiti hati masyarakat Indonesia. Kiranya ada pintu maaf yang besar untuk saya dimaafkan," tuturnya sambil menahan tangis.
Terpisah, Partai Golkar juga menyusul menonaktifkan anggotanya dari DPR RI. Kali ini giliran Adies Kadir yang dinonaktifkan. Hal tersebut termuat dalam siaran pers Partai Golkar yang ditandatangani Ketua Umumnya Bahlil Lahadalia dan Sekjen Muhammad Sarmuji.
"Berdasarkan pertimbangan itu, DPP Partai Golkar resmi menonaktifkan saudara Adies Kadier sebagai anggota DPR RI dari Fraksi Partai Golkar terhitung sejak Senin 1 September 2025,” isi siaran pers itu.
DPP Partai Golkar menyampaikan rasa duka mendalam atas meninggalnya sejumlah warga dalam berbagai peristiwa yang terjadi akhir-akhir ini ketika mereka memperjuangan aspirasi. Di sisi lain, DPP Partai Golkar menegaskan akan memperkuat disiplin dan etika bagi anggota DPR RI dari Partai Golkar.