Siap Buka Posko

Rabu 13 Sep 2023 - 20:02 WIB
Reporter : Edi Purnomo
Editor : Edi Purnomo

PALEMBANG, SUMATERAEKSPRES.ID-Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Palembang dalam waktu dekat akan membuka posko kesehatan.

Hal ini dilakukan jika kualitas udara semakin memburuk."Iya, jika kualitas udara kian memburuk dan kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) semakin meningkat," ujar Kabid P2P (Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular) Dinas Kesehatan Palembang, Yudhi Setiawan.Menurutnya, kualitas udara Kota Palembang kurang baik sejak memasuki puncak musim kemarau.

Sebagai informasi, kualitas udara di Kota Palembang semakin memburuk sejak beberapa hari terakhir. Hal ini terlihat dari website indeks kualitas udara Air Quality Index (AQI).

Senin, 11 September, AQI Kota Palembang tercatat 157 dan polusi udara Pm2,5 di Palembang saat ini x13,4. Dengan indikasi kualitas udara tidak sehat.

Hal ini diperparah dengan terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Sehingga banyak warga yang menderita infeksi saluran pernapasan akut atau ISPA.Penyakit ISPA disebabkan infeksi virus dan bakteri yang menyerang saluran pernapasan.

Yang menimbulkan penyakit batuk, pilek, sinusitis, dan radang tenggorokan akut.Yudhi mengatakan, selain posko kesehatan, pihaknya juga akan memfungsikan puskesmas-puskesmas.

"Setiap puskesmas pasti punya fasilitas yang luas. Dan bagi masyarakat yang terkena penyakit ISPA, namun rumahnya tidak punya fasilitas seperti AC dan sebagainya dapat memanfaatkan fasilitas puskesmas," kata Yudhi.

Sebelumnya, tercatat penderita infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di bulan  Juli 2023 tercatat ada 9.762 kasus dari semua kelompok umur.

Namun memasuki Agustus 2023, jumlah penderita ISPA menjadi 10.138 kasus. Yang paling terdampak adalah kelompok usia  1-5 tahun.

Mirisnya, terbanyak ISPA ini menyerang  usia di bawah 1 tahun. Berdasarkan data Dinkes Kota Palembang, ada  495 kasus ISPA di bulan Juli pada kelompok usia di bawah satu tahun.

Sedangkan Agustus jumlahnya  menjadi 793. Dan kelompok umur 1-5 tahun di bulan Juli dari 2.035 kasus di Agustus menjadi 2.367 kasus.

“Jadi kalau kita bandingkan trennya sudah mulai meningkat,” kata Yudhi.

Lebih lanjut ia mengatakan untuk usia di atas 5 tahun kasus ISPA terdata 7.233 di bulan Juli namun pada  Agustus ada 648. “Justru tidak mengalami peningkatan.

Meski secara riil di lapangan tentu banyak juga kasus ISPA di atas usia 5 tahun tetapi karena mereka lebih kuat daya tahan tubuhnya sehingga mereka tidak terlalu terburu-buru datang ke fasilitas kesehatan,” kata Yudhi.

Yudhi menerangkan, ciri-ciri awal ISPA pasti ada gangguan pernapasan seperti hidung tersumbat, flu, batuk, demam, sakit kepala.

Jika keadaan ini semakin lama semakin memberat misal sesak napas atau sakit kepala semakin memberat maka harus segera mendatangi fasilitas kesehatan terdekat.

Pihaknya juga telah menyurati puskesmas  yang ada di Kota Palembang.

Dan puskesmas juga sudah diimbau untuk meneruskan informasi ke pihak sekolah. Sehingga pihak sekolah juga bisa melakukan tindakan preventif seperti meminta siswa memakai masker dan mengurangi aktivitas di luar ruangan.(ril/lia/)

Tags :
Kategori :

Terkait