Konsumsi makanan dan minuman tinggi gula juga menjadi faktor penting.
Minuman berpemanis, kue, dessert, serta makanan ultra-proses mengandung kalori tinggi yang dapat mempercepat penumpukan lemak apabila dikonsumsi secara berlebihan.
Selain pola makan, gaya hidup kurang aktif ikut berperan besar. Aktivitas yang didominasi duduk dalam waktu lama membuat pembakaran kalori menjadi lebih sedikit.
Kondisi ini meningkatkan peluang terbentuknya lemak di sekitar perut.
Kurang tidur juga berkontribusi terhadap munculnya perut buncit. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa kurang tidur dapat mengganggu keseimbangan hormon yang mengatur rasa lapar dan kenyang sehingga seseorang cenderung makan lebih banyak, terutama makanan tinggi kalori.
Faktor lain yang sering diabaikan adalah stres berkepanjangan.
Saat mengalami stres, tubuh menghasilkan hormon kortisol dalam jumlah lebih tinggi.
Kondisi ini dapat memicu keinginan mengonsumsi makanan manis maupun berlemak sebagai bentuk pelampiasan emosional.
Usia juga memengaruhi perubahan komposisi tubuh.
Seiring bertambahnya umur, massa otot cenderung menurun sehingga metabolisme melambat.