Program CSR, Masih Tersisa 1.100 Hektare

Sabtu 06 Jun 2026 - 20:05 WIB
Reporter : Andika
Editor : Dede Sumeks

INDRALAYA, SUMATERAEKSPRES.ID - Kabupaten Ogan Ilir merupakan salah satu wilayah yang mendapat Program Strategis Nasional Cetak Sawah Rakyat (CSR).

Beberapa lahan rawa terbengkalai di sejumlah wilayah dibuatkan tanggul sawah untuk ditanami padi. Meski begitu, beberapa kendala ditemui sehingga pelaksanaannya tidak tepat waktu seperti yang direncanakan. 

BACA JUGA:Tanam Padi di Lahan Cetak Sawah Baru

BACA JUGA:KETAHANAN PANGAN Kebun Usulan Cetak Sawah Baru

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Diskkperta) Kabupaten Ogan Ilir, Deddy Setiawan, menegaskan, program strategis nasional CSR yang digagas Presiden Prabowo Subianto tidak gagal.

"Dari target 3.000 hektare, masih tersisa sekitar 1.100 hektare yang belum terlaksana. Anggaran program ini bersumber dari APBN sebesar Rp35 juta per hektare," ungkapnya.

Deddy menjelaskan, kendala utamanya adalah faktor alam, debit air masih terlalu tinggi akibat curah hujan yang cukup tinggi.

Sehingga pelaksanaan pembukaan lahan belum bisa dilakukan. “Memang benar, dari target 3.000 hektare, ada sekitar 1.100 hektare yang belum terwujud.

Tapi itu bukan gagal, melainkan belum terealisasi saja. Anggarannya sudah ada dari APBN, Rp35 juta per hektare, dikerjakan langsung oleh kelompok tani atau Brigade Pangan. Kendalanya hanya alam yang belum bersahabat, debit air masih tinggi,” ungkap Deddy.

Dikatakan, program ini bukan sekadar membuat tanggul atau saluran air, karena hal tersebut merupakan wewenang Dinas PUPR.

Tugas utama Dinas Pertanian adalah tata kelola air dan bagaimana cara menanam agar lahan menjadi produktif. "Kalau bikin tanggul itu ranah PUPR. Urusan kami adalah sumber daya air dan tata kelolanya.

Di sini kami membangun sistem agar saat debit air tinggi, air bisa dibuang, dan saat kekeringan, air bisa dialirkan ke sawah," terangnya. 

Di Ogan Ilir, ada sekitar 30 ribu hektare lahan sawah, saat ini hanya bisa ditanam satu kali setahun. Jika sistem tata kelola air ini berjalan baik, bisa ditanam dua kali setahun, dan produksi pangan pasti akan melonjak. 

BACA JUGA:Dua Bulan Terisolasi, Warga Pedamaran V Tuntut Kumpai Program Cetak Sawah Segera Dibersihkan

BACA JUGA:OKU Timur Percepat Cetak Sawah dan Oplah, Siap Jadi Lumbung Pangan Sumsel

Kategori :