Percepat Pemanfaatan 2.500 Ha Lahan CSR
GERTAM: Gerakan tanam (gertam) serempak CSR yang dilakukan di Kecamatan Pemulutan Barat, Kabupaten Ogan Ilir. FOTO: ANDIKA/SUMEKS--
INDRALAYA, SUMATERAEKSPRES.ID - Kementerian Pertanian RI (Kementan) terus mempercepat pemanfaatan lahan Cetak Sawah Rakyat (CSR) sebagai bagian dari strategi meningkatkan produksi padi nasional serta mewujudkan swasembada pangan berkelanjutan. Modernisasi pertanian diwujudkan melalui gerakan tanam padi serentak di lahan Program CSR.
Upaya tersebut diwujudkan melalui Gerakan Tanam Serempak CSR di Kecamatan Pemulutan Barat, Kabupaten Ogan Ilir. Pj Brigade Pangan Sumsel, Inneke Kusumawaty menjelaskan, Gerakan Tanam (Gertam) Serempak melibatkan petani, pemerintah pusat dan daerah, TNI, penyuluh pertanian, dan Brigade Pangan sebagai bentuk sinergi mempercepat pemanfaatan lahan yang telah selesai dicetak agar segera memasuki masa tanam.
Iklan Google/Link Sponsor
Pemerintah menargetkan percepatan pemanfaatan lahan CSR di Ogan Ilir mencapai 2.500 hektare. "Sinergi antarinstansi diharapkan mempercepat peningkatan luas tanam, mendongkrak produksi padi, serta memperkuat ketahanan pangan nasional menuju swasembada pangan yang berkelanjutan," katanya.
BACA JUGA:Cegah Hama Wereng Batang Coklat, Petani di Ogan Ilir Gunakan Pestisida Nabati
BACA JUGA:Bio-Insektisida Ramah Lingkungan Basmi Hama Padi di Ogan Ilir
Asisten II Bupati Bidang Perekonomian dan Pembangunan Ogan Ilir M. Taher berharap Gertam Serempak yang diinisiasi Kementan mampu mempercepat pemanfaatan seluruh lahan hasil Program CSR.
"Kami berharap Gertam Serempak segera memberikan hasil. Dukungan alsintan yang tersedia harus dimanfaatkan secara optimal sehingga tidak ada lahan yang menganggur," terangnya.
Penanaman perdana dilakukan di lahan seluas 4 hektare milik Brigade Pangan Sepakat Maju sebagai awal pengelolaan hamparan seluas 183 hektare dengan mengedepankan penerapan teknologi Pertanian Modern melalui Advanced Agriculture System (PM-AAS).
Pemerintah Kabupaten Ogan Ilir menegaskan, penerapan teknologi PM-AAS menjadi inovasi penting untuk meningkatkan efisiensi usaha tani dan pendapatan petani.
BACA JUGA:Pengemposan, Cara Mudah dan Murah Berantas Tikus Sawah di Ogan Ilir
BACA JUGA:Petani Ogan Ilir Gunakan Biofungisida untuk Basmi Penyakit Kresek pada Padi
Usai penyampaian arahan, seluruh peserta melakukan tanam padi secara simbolis menggunakan mesin drum seeder sebagai wujud penerapan mekanisasi pertanian.
