Di sinilah media seperti Sumatera Ekspres harus tetap ada. Kita semua tidak bisa melawan zaman, tapi juga tidak boleh meninggalkan identitas kita.
Sumatera Ekspres mengikuti perkembangan zaman, namun yang kami jual tetap kepercayaan," tegasnya.
Lebih lanjut, Iwan melihat perjalanan industri media sesungguhnya mengikuti pola sejarah yang berulang.
Ia meyakini bahwa media akan kembali menemukan masa keemasannya, meski dalam bentuk dan format yang berbeda.
Ia mengibaratkan fenomena tersebut seperti tren pakaian yang pernah hilang lalu kembali populer dengan sentuhan modern.
Begitu pula media massa. Menurutnya, koran mungkin tidak lagi hadir dalam bentuk yang sama seperti beberapa dekade lalu, tetapi prinsip jurnalistik yang mengedepankan fakta dan kredibilitas akan tetap dibutuhkan masyarakat.
"Sejarah itu selalu berulang. Dulu ada banyak hal yang hilang, kemudian kembali lagi dengan kualitas yang berbeda. Media juga seperti itu.
Bisa jadi bukan lagi dalam bentuk koran konvensional seperti dulu, tetapi dalam format hybrid yang menggabungkan kekuatan media cetak, digital, video, dan platform lainnya. Yang penting identitasnya tetap terjaga," katanya.
Di sisi lain, Iwan tidak menampik bahwa kondisi ekonomi saat ini turut memberikan tekanan terhadap dunia usaha, termasuk industri media.
Menurutnya, perlambatan ekonomi yang terjadi membuat daya beli masyarakat menurun dan berdampak pada berbagai sektor.
Ia bahkan mencontohkan sejumlah pusat perdagangan dan usaha yang mulai mengalami kesulitan akibat berkurangnya aktivitas ekonomi masyarakat.
Kondisi tersebut secara tidak langsung ikut memengaruhi sektor periklanan yang selama ini menjadi salah satu sumber pendapatan utama media.
Selain faktor ekonomi, kebijakan efisiensi anggaran pemerintah juga memberikan dampak signifikan terhadap berbagai sektor di daerah.
Iwan menilai kebijakan tersebut membuat banyak program pembangunan harus disesuaikan dengan kondisi keuangan yang ada.
Bahkan, sejumlah pemerintah daerah menghadapi tantangan dalam menjalankan program-program yang sebelumnya telah dijanjikan kepada masyarakat.
Meski demikian, ia optimistis situasi tersebut hanya bersifat sementara dan akan kembali membaik seiring pulihnya kondisi ekonomi nasional.