Sumatera Ekspres Bertahan di Tengah Gempuran Digital
PALEMBANG, SUMATERAEKSPRES.ID – Di tengah derasnya arus digitalisasi, gempuran media sosial, hingga tekanan ekonomi yang memengaruhi hampir seluruh sektor usaha, industri media massa menghadapi tantangan yang tidak ringan.
BACA JUGA:Dengan Jual Koran Bisa Kuliahkan Anak
BACA JUGA:Workshop Akbar Sumsel Bersinar 2026, Pemprov Kolaborasi Sumatera Ekspres
Namun bagi Sumatera Ekspres, perubahan zaman bukanlah ancaman yang harus dilawan. Tapi realita yang harus diikuti tanpa kehilangan jati diri.
Hal itulah yang ditegaskan General Manager (GM) Sumatera Ekspres, H Iwan Irawan, dalam rangka HUT Ke-31 Harian Sumatera Ekspres.
H Iwan Irawan-FOTO : IST-
Menurut Iwan, sejak awal berdiri 1995 hingga saat ini (2026) berumur 31 tahun, kekuatan terbesar koran cetak dengan slogan utama dan tepercaya ini bukan hanya terletak pada tampilan, teknologi, atau platform yang digunakan. Tapi juga pada kepercayaan yang telah dibangun selama puluhan tahun.
Ia menyebut bahwa modal utama sebuah media bukanlah mesin cetak, kantor megah, atau jumlah pengikut di media sosial, tapi kredibilitas yang dimiliki di mata masyarakat.
"Modalnya media itu sebenarnya satu, yakni kepercayaan. Selama masyarakat masih percaya, media akan tetap hidup. Kepercayaan itulah yang menjadi identitas Sumatera Ekspres," ujarnya.
Iwan mengakui perkembangan media sosial tidak mungkin dibendung. Informasi kini bergerak sangat cepat, bahkan hanya dalam hitungan detik sebuah peristiwa dapat tersebar luas ke berbagai penjuru dunia.
Namun di balik kecepatan tersebut, muncul persoalan baru yang semakin kompleks, yakni sulitnya masyarakat membedakan informasi yang benar dan yang keliru.
Apalagi dengan hadirnya kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI), arus informasi menjadi semakin tidak terbendung.
Dalam kondisi seperti itu, menurutnya, peran media profesional justru semakin penting sebagai penjaga akurasi dan kebenaran informasi.
"Media sosial memang cepat, tapi belum tentu benar. Sekarang orang sulit membedakan mana informasi yang fakta, mana yang hoaks.