Guru harus menjadi penuntun yang sabar dan bijaksana. Tentu sekolah harus mendukung usaha guru dalam membentuk karakter murid.
Sehingga guru selalu siap memberikan bimbingan yang relevan dengan Tut Wuri Handayani.
Guru dituntut untuk menguasai kompetensi 6C sebagai kerangka kemampuan yang dirancang dalam rangka membantu murid berkembang sebagai pembelajar sepanjang hayat yang cerdas, terampil dan berkarakter.
Apa saja? Pertama, Character meliputi integritas, ketekunan, empati, dan kemampuan untuk belajar dari kegagalan.
Kompetensi ini adalah fondasi etika dan moral. Guru berperan dalam penerapan pembelajaran sosial emosional mengedepankan karakter muridnya.
Kedua, Citizenship sebagai kemampuan untuk berpartisipasi secara bertanggung jawab dalam masyarakat, memahami isu global, bertindak demi kebaikan bersama.
Guru berperan mendesain tugas yang menghubungkan pembelajaran dengan masalah pada kehidupan sehari-hari murid.
Ketiga, Collaboration melalui aktivitas murid bekerja secara efektif, hormat dengan orang lain, berbagi tanggung jawab, dan membuat keputusan secara bersama.
Guru berperan menciptakan struktur kelompok yang jelas dan melatih keterampilan melalui penugasan proyek berbasis masalah.
Misalnya permasalahan sampah dan banjir sebagai bentuk kepedulian mereka terhadap lingkungan.
Keempat, Communication dengan cara menyampaikan ide, informasi, emosi secara efektif melalui berbagai media lisan, tulisan, dan digital kepada orang lain.
Guru berperan dalam menyediakan platform beragam untuk ekspresi murid seperti bincang-bincang melalui podcast dan sebagainya.
Kelima, Critical Thinking adalah kegiatan menganalisis bukti, mengevaluasi argumen, mengidentifikasi bias, dan menarik kesimpulan yang valid.
Guru berperan melatih murid untuk mengajukan pertanyaan dan menjawab pertanyaan tingkat tinggi yang mendorong penyelidikan.
Keenam, Creativity berupa menghasilkan ide-ide baru, mengadaptasi perspektif yang berbeda, dan merancang solusi orisinal untuk masalah.
Guru berperan mendorong eksperimen dan membiarkan adanya ruang untuk gagal dan mencoba kembali sebagai bagian dari aktivitas dan proses belajar.