Bupati Lahat Tinjau Potensi Perikanan di Desa Penandingan, Dorong Produksi dan Wisata Lokal
Bursah Zarnubi, didampingi Wakil Bupati Widya Ningsih tinjau langsung potensi perikanan Desa Penandingan! Dari tebat jadi sentra budidaya ikan & wisata alam. Langkah nyata majukan ekonomi desa! Foto:Agustriawan/Sumateraekspres.id--
LAHAT, SUMATERAEKSPRES.ID — Pemerintah Kabupaten Lahat terus menggencarkan pengembangan sektor perikanan berbasis potensi lokal.
Hal ini terlihat dari kunjungan kerja Bupati Lahat, Bursah Zarnubi, didampingi Wakil Bupati Widya Ningsih, ke Desa Penandingan, Kecamatan Mulak Sebingkai, pada Senin (14/4).
Kunjungan tersebut difokuskan untuk meninjau langsung potensi perikanan air tawar yang terdapat di sebuah tebat, yakni danau kecil alami yang berada di wilayah desa tersebut.
Lokasi ini dinilai sangat strategis untuk dikembangkan sebagai sentra budidaya ikan sekaligus destinasi wisata berbasis alam.
BACA JUGA:Harga Suzuki Ertiga GX Matik 2019 Usai Lebaran Turun, Kini Mulai Rp 160 Jutaan
BACA JUGA:Pengiriman Makanan Program MBG Molor, Siswa SDN 1 Serigeni Terlambat Pulang hingga Empat Jam
“Desa Penandingan memiliki potensi yang sangat menjanjikan. Tebat di sini bisa dimanfaatkan sebagai lokasi budidaya ikan air tawar, yang sekaligus dapat kita kelola menjadi objek wisata.
Ini akan berdampak pada peningkatan ekonomi masyarakat serta produksi perikanan di Kabupaten Lahat,” ujar Bupati Bursah dalam keterangannya.
Ia menambahkan, program ini tidak hanya bertujuan untuk produksi ikan konsumsi, tetapi juga mencakup pengembangan pelatihan budidaya, pembibitan ikan, serta penguatan peran masyarakat desa dalam pengelolaan sumber daya perairan secara berkelanjutan.
Sementara itu, Kepala Desa Penandingan, Sabran, menyatakan dukungannya terhadap inisiatif pemerintah daerah tersebut.
BACA JUGA:Sadis! Komplotan Pencuri Sapi dan Kambing Sembelih di Kandang, Aksi Terulang Sejak Ramadhan
BACA JUGA:Toyota Rush vs Suzuki XL7 April 2025, Cicilan Mulai Rp5,9 Jutaan, Mana yang Lebih Menguntungkan?
Ia menyebut bahwa pihak desa telah menyiapkan konsep pengembangan terpadu, yang tidak hanya fokus pada perikanan, tetapi juga mendukung sektor pertanian melalui irigasi dan pariwisata lokal.
“Tebat ini akan menjadi proyek percontohan kami. Nantinya akan ada pelatihan, pusat pembibitan ikan, serta integrasi dengan Curup Sembilan Pangung — air terjun alami di sekitar tebat yang berpotensi menjadi magnet wisata alam,” terang Sabran.
