Malam Penuh Keajaiban Tyneside
Harvey Barnes-Foto : Ist-
NEWCASTLE, SUMATERAEKSPRES.ID - Euforia kemenangan Newcastle atas Manchester City ml menggema ketika publik Tyneside menyaksikan laga panas yang akhirnya memutus kutukan Eddie Howe terhadap Pep Guardiola.
Pertandingan Minggu (23/11) dini hari ini menyimpan drama besar sejak menit awal, menghadirkan ketegangan, euforia, dan sebuah kejutan besar yang membuat para pendukung tuan rumah seperti "ditarik keluar dari badai" di tengah musim yang tak menentu.
Newcastle tampil luar biasa berbeda dari performa loyo mereka sebelumnya, dan kemenangan 2-1 ini serasa menjadi titik balik musim. Howe bahkan menegaskan betapa spesialnya malam itu, sambil tersenyum lebar. "Kami sudah menunggu momen seperti ini. Anak-anak tampil dengan hati dan energi yang luar biasa," ujarnya dengan nada puas.
Publik sadar bahwa menerobos dominasi City bukanlah hal sederhana, apalagi setelah dua kekalahan beruntun yang membuat ruang ganti sempat menurun moralnya.
Manchester City sebenarnya datang dengan percaya diri, tetapi situasi berubah ketika pasukan Howe tampil seperti tim yang menemukan jati diri baru.
BACA JUGA:Manchester City vs Borussia Dortmund: Adu Tajam di Etihad, Diprediksi Hujan Gol
BACA JUGA:Haaland Yakin Manchester City Lolos dari 115 Dakwaan Finansial, Teken Kontrak 10 Tahun
Pep Guardiola mengaku tidak terlalu kecewa meski hasilnya pedih. "Kami memberi segalanya malam ini. Sulit bermain di sini setelah jeda internasional," katanya dalam bahasa tubuh yang tetap tenang. Namun City justru terlihat kewalahan menghadapi intensitas Newcastle yang menggila di babak kedua.
Bruno Guimaraes menjadi motor permainan Newcastle dengan performa gladiator yang membuat City kesulitan mengambil napas. Dari kakinya pula gol pembuka tercipta saat ia menerobos lini tengah City sebelum menyodorkan bola matang kepada Harvey Barnes.
Sang winger, yang sebelumnya membuang sejumlah peluang, justru mencetak gol paling sulit dari jarak 20 meter ke sudut bawah gawang. "Saya hanya ingin menebus kesalahan," ujar Barnes, yang akhirnya menjadi pahlawan dua gol di malam bersejarah ini.
City sempat menyamakan kedudukan lewat Ruben Dias yang mencocor bola liar hasil kemelut, namun itu hanya bertahan 90 detik sebelum Newcastle kembali mengamuk. Barnes kembali mencetak gol setelah memanfaatkan bola pantul hasil sundulan Guimaraes yang mengenai mistar. Gol tersebut sempat diperiksa VAR selama empat menit, membuat St James' Park menahan napas serentak sebelum akhirnya ledakan sorakan mengguncang tribun.
BACA JUGA:Manchester City dan Juventus Pastikan Tiket 16 Besar Piala Dunia Antarklub 2025 dari Grup G
BACA JUGA:Manchester City vs Wydad Casablanca Buka Grup G Piala Dunia Antarklub 2025
Sementara Erling Haaland seperti hilang dari radar, Malick Thiaw tampil sebagai tembok kokoh yang menahan striker Norwegia itu tetap berada di angka 99 gol liga.
