Menang Harga Mati
DIRAGUKAN : El Capitano (no 10) sekaligus bomber andalan Inter Milan, Lautaro Martinez masih diragukan tampil melawan Lazio, Senin (19/5) dinihari WIB. Dia diharapkan bisa secepatnya pulih, guna membantu La Beneamata meraih titel Scudetto.-foto: net-
MILAN - Laga panas tersaji di pekan ke-37 Liga Seri A Italia. Kali ini, tuan rumah Inter Milan bakal nenjamu Lazio di Stadion Giuseppe Meazza, Senin (19/5) pukul 01.45 WIB.
Kemenangan menjadi harga mati bagi skuadra La Beneamata pada laga ini. Pasalnya mereka tengah dalam perburuan sengit dalam pengejaran titel Scudetto bersama Napoli.
Pasalnya, saat ini Nerazzurri hanya berselisih satu poin dengan Napoli yang kini di puncak. Hasil ini setelah dalam dua laga beruntun, skuad Inter berhasil menang tanpa kebobolan, termasuk pekan lalu saat menang 2-0 atas Torini lewat gol Nicola Zalewski dan Kristjan Asllani.
Inter juga mendapat suntikan tenaga usai Benjamin Pavard, Davide Frattesi, dan Henrikh Mkhitaryan kembali berlatih. Hanya saja, sang bomber andalan Lautaro Martinez belum sepenuhnya pulih. Kehilangan Lautaro tentu menjadi pukulan bagi Inter, dia masih diharapkan bisa pulih tepat waktu.
Sementara, di kubu lawan. Lazio yang berada di posisi lima, sejajar poin dengan Juventus. Saat ini sedang berjuang mengamankan posisi empat besar.
Sehingga kekalahan bisa sangat merugikan, karena ketatnya persaingan di papan atas. Apalagi hanya dua poin yang memisahkan posisi keempat hingga ketujuh, artinya kekalahan melawan Inter bisa membuat Lazio terlempar dari zona Eropa.
Biancoceleste akan kehilangan Luca Pellegrini dan Mattia Zaccagni karena akumulasi kartu kuning, sementara Nuno Tavares masih dibekap cedera. Sedangkan, Elseid Hysaj yang sudah kembali dari skorsing diprediksi akan mengisi pos bek kiri. Absennya Zaccagni bisa mengurangi ketajaman lini depan Lazio.
Pertemuan kedua tim sendiri, secara secara head-to-head, Inter unggul atas Lazio di Giuseppe Meazza. Dimana Nerazzurri menang empat kali dan imbang sekali, termasuk kemenangan 6-0 di pertemuan pertama musim ini.
Apalagi pasukan asuhan Marco Baroni punya catatan buruk tiap menghadapi Inter. Dari delapan pertemuan, dia kalah tujuh kali dan timnya selalu kebobolan minimal dua gol. (*)
