BRAVO LOS BLANCOS
MENANG: Vinicius Jr menjadi aktor utama kemenangan Real Madrid atas Manchester City di Etihad Stadium, Rabu (18/3) dini hari WIB berkat dua golnya. Foto : instagram realmadrid--
MANCHESTER, SUMATERAEKSPRES.ID - Pertarungan panas Liga Champions UEFA di Etihad Stadium, Rabu (18/3) dini hari WIB, menghadirkan drama klasik penuh tensi tinggi.
Manchester City harus mengakui keunggulan Real Madrid dengan skor 1-2, dalam laga yang dipenuhi duel taktik, penyelamatan krusial, dan momen-momen clutch khas fase gugur.
Iklan Google/Link Sponsor
BACA JUGA:Berakhir Dramatis, Hattrick Valverde Bawa Real Madrid Lumat Manchester City 3-0
BACA JUGA: MARMOUSH JADI BINTANG, Newcastle United vs Manchester City: 1-3
Sejak kickoff, pasukan Pep Guardiola langsung bermain high pressing dengan intensitas tinggi. Build-up cepat dari lini tengah membuat Madrid beberapa kali tertekan.
Namun, Los Blancos tetap tenang, memainkan tempo dengan kontrol bola dan transisi cepat yang berbahaya. Momentum berubah di menit ke-20 saat City harus bermain dengan 10 orang usai kartu merah kontroversial.
Situasi ini dimanfaatkan dengan cerdas oleh Madrid. Vinícius Júnior tampil sebagai game changer lewat akselerasi dan dribbling eksplosif yang memecah defensive line lawan.
Gol pembuka lahir dari titik putih setelah VAR mengonfirmasi pelanggaran. Vinicius dengan tenang mengeksekusi penalti menggunakan teknik "paradiña" untuk mengecoh kiper.
"Saya percaya diri di momen itu, ini soal ketenangan," ujar Vinicius singkat.
Meski unggul, Madrid tak sepenuhnya menguasai laga. City tetap bermain menyerang dengan pola 4-2-3-1 yang fleksibel.
Erling Haaland akhirnya menyamakan skor lewat finishing jarak dekat setelah memanfaatkan bola liar di kotak penalti. "Kami tidak pernah menyerah, itu DNA kami," kata Haaland.
Di babak pertama, sosok Thibaut Courtois menjadi kunci. Meski dalam kondisi tidak 100 persen fit, ia melakukan beberapa reflex save penting yang menjaga Madrid tetap unggul agregat. Shot-stopping dan positioning-nya benar-benar kelas dunia.
Memasuki babak kedua, Courtois ditarik keluar karena cedera dan digantikan oleh Andriy Lunin. Pergantian ini sempat menimbulkan kekhawatiran, namun Lunin justru tampil heroik dengan beberapa penyelamatan krusial, termasuk menggagalkan peluang emas Haaland.
Guardiola merespons dengan perubahan taktik menjadi lebih ofensif, mendorong fullback naik dan mengandalkan overload di sisi sayap. "Kami mencoba segalanya, tapi detail kecil menentukan hasil," ujar Guardiola seusai laga.
