Marquez Sudah Buktikan Ducati Masih Bertaji
Pembalap Ducati Marc Marquez saat tampil di Grand Prix pembuka MotoGP di Sirkuit Chang International, Buriram, Thailand. -Foto: Instagram @marcmarquez93.-
BURIRAM, SUMATERAEKSPRES.ID - Balapan pembuka musim MotoGP 2026 di Sirkuit Buriram, Thailand pekan lalu, langsung menyajikan drama tinggi.
Meski Aprilia RS-GP tampil dominan dan merebut kemenangan, performa Marc Marquez bersama Ducati Desmosedici GP26 justru menjadi sorotan tersendiri di paddock.
BACA JUGA:Marquez Bidik Juara MotoGP Brasil Usai Kehilangan Banyak Poin di Thailand
BACA JUGA:MotoGP 2026 Dimulai, Marquez Langsung Bidik Kemenangan
Banyak yang menilai Ducati mulai kehilangan tajinya, namun tidak semua orang sepakat dengan anggapan tersebut. Test rider Ducati, Michele Pirro, menilai terlalu dini jika menyimpulkan musim ini sudah berakhir bagi pabrikan Borgo Panigale.
Menurutnya, apa yang ditunjukkan Marquez sepanjang balapan di Buriram membuktikan motor Ducati masih memiliki potensi besar untuk bertarung di barisan depan.
"Musim baru saja dimulai. Mengatakan Ducati sudah habis itu jelas berlebihan," ujar Pirro, melansir MotoGP, Jumat (6/3).
Dalam balapan utama yang berlangsung sengit, Marquez sempat terlibat duel ketat di grup depan.
Pembalap berjuluk Baby Alien itu bahkan berada di posisi keempat dan terus menekan rival-rivalnya dalam perebutan podium sebelum drama tak terduga terjadi di penghujung lomba.
Insiden datang pada lap ke-21 dari total 26 lap. Saat mengejar Raul Fernandez dan Pedro Acosta, Marquez sedikit melebar di Turn 4 dan menghantam kerb dengan sudut yang kurang ideal.
Benturan tersebut merusak velg belakang hingga ban terlepas dari rim, memaksanya melakukan retirement saat sedang dalam perebutan podium. Pirro yakin tanpa insiden teknis tersebut, Marquez sangat berpeluang naik podium.
"Jika tidak ada masalah ban, dia pasti finis di podium—mungkin kedua atau ketiga," katanya. Ia menilai kecepatan Marquez dalam race pace dan manajemen rear tyre sudah cukup kompetitif.
Sementara itu, dominasi Aprilia juga dipengaruhi kondisi lintasan Buriram yang panas serta karakter sirkuit yang cocok dengan paket Aprilia RS-GP.
Empat motor Aprilia bahkan mampu menembus lima besar, menunjukkan kombinasi setup, grip, dan akselerasi mereka sangat efektif pada kondisi tersebut.
