SPENSA Hajar BASDUNAM 55-11, Terry Emilton Bersinar
REBUT : Pemain Basket Putra SMP Negeri 1 Prabumulih dan SMP Negeri 26 Palembang berebut bola rebound pada laga MDP Basketball League 2026 di Lapangan Indoor Kusuma Bangsa, Sabtu (24/1).-FOTO : KRIS SAMIAJI/SUMEKS-
PALEMBANG, SUMATERAEKSPRES.ID -Datang dari jarak 100 km ke Palembang, SMP Negeri 1 Prabumulih alias SPENSA langsung menunjukkan aura juara di MDP Basketball League 2026.
Game perdana mereka di Lapangan Basket Indoor Kusuma Bangsa, Sabtu (24/1), berubah jadi panggung unjuk gigi generasi muda yang main rapi, cepat, dan lapar kemenangan.
Iklan Google/Link Sponsor
BACA JUGA:MDP Basketball League 2026 Resmi Bergulir, Arena Pembuktian Bintang Muda Basket SMP Sumsel
BACA JUGA:Usung Clean Games-Sportivitas, MDP Basketball League 2026 Bukan Cuma Soal Menang-Kalah
Jalannya pertandingan singkat tapi pedas. Kuarter pertama jadi milik SPENSA sepenuhnya. Fast break beruntun, ball movement cair, dan defense ketat bikin SMP Negeri 26 Palembang alias BASDUNAM kelabakan.
Skor melebar cepat, dan sejak itu SPENSA tak pernah menoleh ke belakang hingga buzzer akhir berbunyi 55–11. Nama Terry Emilton langsung naik ke radar. Dia tampil paling gahar dengan 11 poin, rajin potong passing lawan, dan berani duel di paint area.
"Kami cuma main sesuai game plan, nikmati setiap possession," kata Terry santai, "yang penting tetap solid dari offense ke defense." Bukan cuma Terry, SPENSA juga kuat karena kolektivitas. Irvan Dwi menambah 10 poin lewat penetrasi dan mid-range yang konsisten.
Sementara kapten M. Ghazi Al Farichy mengemas 8 poin plus leadership di lapangan. "Semua dapat menit, semua punya peran. Itu bikin chemistry kami jalan," ujar Ghazi.
Sorotan lain datang dari Nathaniel Juan. Enam poinnya lahir dari dua kali shooting three point yang bersih—tanpa ragu, tanpa drama.
"Begitu dapat ruang, langsung pull up. Teman-teman pintar cari posisi," ucap Nathaniel, tersenyum sambil menepuk bangku cadangan.
Dari pinggir lapangan, Coach SPENSA Imam Fadli tampak kalem. Minim teriak, minim gestur berlebihan. "Kami main ofensif, tapi defense tetap prioritas. Kalau dua itu jalan, skor akan mengikuti," katanya singkat namun tegas.
Di kubu BASDUNAM, hasil pahit ini jadi pelajaran mahal. Coach Hendra Gunawan terlihat gemas karena skema yang disiapkan tak berjalan.
"Rotasi lambat, rebound kalah, dan transisi kami telat. Itu PR besar," ujarnya jujur.
Meski kalah, ada secercah perlawanan. Sultan Mahdi mencetak 5 poin dan menambah 2 rebound, sementara M. Rafadhan, Rifki Julio, serta Rahel Saputra masing-masing menyumbang 2 poin.
