Askot PSSI Palembang Bangun Klinik Atlet 24 Jam
Ketua Askot PSSI Palembang, Mohammad David-FOTO : IST-
PALEMBANG, SUMATERAEKSPRES.ID -Askot PSSI Palembang merancang pembangunan klinik kesehatan khusus cedera olahraga.
Inisiatif ini digadang menjadi yang pertama di Indonesia di bawah naungan asosiasi sepak bola tingkat kota, sekaligus menandai babak baru pembinaan sepak bola berbasis kesehatan.
BACA JUGA:Gebrakan Ketua Askot PSSI Palembang: Mohammad David Bangun Ekosistem Sepak Bola Inklusif
Klinik tersebut dirancang fokus pada penanganan cedera atlet, terutama pesepak bola, namun tetap terbuka untuk masyarakat umum.
Pendekatan ini menegaskan bahwa pembangunan sepak bola tidak melulu soal kompetisi, tetapi juga perlindungan fisik atlet. “Ini terobosan nyata,” kata Ketua Askot PSSI Palembang, Mohammad David, Jumat (2/1).
Menurut David, rencana pembangunan klinik merupakan bagian dari visi jangka panjang untuk menciptakan ekosistem sepak bola yang sehat dan berkelanjutan.
Ia menilai perhatian terhadap kesehatan atlet sama pentingnya dengan pembinaan teknik dan prestasi. “Atlet butuh perlindungan,” ujarnya singkat.
Selama ini, lanjut David, layanan penanganan cedera olahraga sering dipersepsikan mahal dan sulit dijangkau. Kondisi itu membuat banyak atlet muda dan amatir tidak mendapatkan perawatan optimal. “Kami hadirkan solusi,” tegasnya.
Klinik Askot PSSI Palembang nantinya tidak bersifat eksklusif. Selain atlet binaan, masyarakat luas juga dapat memanfaatkan layanan kesehatan yang tersedia.
David menekankan sepak bola harus memberi manfaat sosial. “Manfaatnya untuk semua,” katanya.
Dari sisi medis, Komite Kesehatan Askot PSSI Palembang, dr. Mochammad Ridho NH, SpOT, Subsp.A(K), menyebut klinik ini akan dilengkapi dokter jaga setiap hari dan direncanakan beroperasi 24 jam.
Fokus layanan meliputi cedera olahraga hingga layanan kesehatan umum. “Kami siap melayani,” ucap dr. Ridho.
BACA JUGA:Ketua Baru PSSI Palembang Fokus Pembinaan Usia Dini dan Perbanyak Kompetisi
