Merasa Tenang, JM Mantap Jadi Mualaf
SYAHADAT: Warga binaan, JM (22) resmi mengucapkan dua kalimat syahadat disaksikan Kepala Kemenag Prabumulih HM Makki, Kepala Rutan Kelas IIB Prabumulih Sandy Wiguna, di masjid Rutan Kelas IIB Prabumulih, Kamis (20/11). -FOTO: DIAN/SUMEKS-
PRABUMULIH, SUMATERAEKSPRES.ID – Seorang warga binaan Rutan Prabumulih berinisial JM (22), resmi menyatakan diri memeluk agama Islam. Prosesi pengucapan dua kalimat syahadat digelar secara khidmat dan disaksikan langsung oleh Kepala Kemenag Prabumulih HM Makki, Kepala Rutan Kelas IIB Prabumulih Sandy Wiguna, jajaran pegawai Rutan dan para penghuni rutan.
Acara berlangsung di masjid Rutan Kelas IIB Prabumulih, Kamis (20/11) dan menjadi momen penuh makna bagi warga binaan lainnya. Momen itu juga menggambarkan keberhasilan program pembinaan rohani di Rutan Prabumulih dalam memberikan perubahan positif bagi para warga binaan.
JM, adalah napi yang terjerat kasus pencurian dengan pemberatan mengungkapkan, keputusannya memeluk agama Islam tak terjadi secara tiba-tiba. Selama menjalani pembinaan di Rutan, dia menyaksikan bagaimana teman-temannya yang beragama Islam secara konsisten mengaji, salat, dan memperdalam ilmu agama.
“Melihat kawan-kawan yang rajin mengaji dan salat membuat hati saya terbuka. Saya merasa lebih tenang ketika berada di dekat mereka,” beber JM.
Narapidana (napi) yang sudah divonis selama 1,8 tahun itu menjelaskan bahwa aktivitas keagamaan warga binaan lain membuat pikirannya lebih damai, sehingga muncul keinginan untuk mempelajari Islam lebih jauh.
BACA JUGA:Mualaf dan Ganti Nama, Terinspirasi Muhammad Ali
Sebelum memutuskan menjadi mualaf, JM lebih dahulu mendalami Islam melalui bacaan di perpustakaan rutan. Dia rajin membaca Al-Qur’an, termasuk terjemahan dan penjelasannya, untuk memahami makna ayat demi ayat. “Setiap membaca Al-Qur’an, hati saya semakin yakin. Saya merasakan ketenangan yang sebelumnya tidak pernah saya rasakan,” tuturnya.
Sebelumnya JM merupakan penganut Kristen Protestan. Dia menegaskan bahwa proses mencari ketenangan batin telah membawanya pada keyakinan baru.
Dengan mantap dia pun menyampaikan niatnya kepada salah satu petugas pembinaan. “Saya bilang kepada Pak Sutris, ‘Pak, aku mau mualaf. Mau masuk Islam’,” ujarnya mengenang awal keputusannya.
Setelah prosesi pengucapan dua kalimat syahadat dipandu petugas, JM mengaku merasakan perubahan besar pada dirinya. Dia menyebut hatinya terasa lebih tenang dan siap menjalani salat serta kewajiban lainnya sebagai seorang muslim. “Setelah syahadat, pikiran saya lebih damai. Saya siap belajar salat dan menjalankan ajaran Islam dengan sungguh-sungguh,” katanya.
BACA JUGA:BAZNAS Kota Palembang Siapkan Mualaf Center, Tekan Indeks Pemurtadan
BACA JUGA: Perjalanan Karir Jacksen F. Tiago Dari Bintang Sepak Bola Menjadi Mualaf
JM juga menyampaikan bahwa keluarganya telah mengetahui keputusannya memeluk Islam. Meski keluarganya tidak melarang, mereka berpesan agar dia benar-benar mantap dan tidak menyesal di kemudian hari. “Saya siap menanggung segala risikonya,” ujarnya penuh keyakinan.
