Sumatera Ekspres | Baca Koran Sumeks Online | Koran Sumeks Hari ini | SUMATERAEKSPRES.ID - SUMATERAEKSPRES.ID Koran Sumeks Hari ini - Berita Terhangat - Berita Terbaru - Berita Online - Koran Sumatera Ekspres

https://sumateraekspres.bacakoran.co/

Mitsubishi baru

Puluhan Warga SAD Terlantar di Lahat, Diduga Diimingi Program Transmigrasi

TELANTAR: Puluhan warga yang merupakan bagian Suku Anak Dalam (SAD) kini hidup terlantar di kawasan Desa Mekar Jaya, Kecamatan Kikim Barat, Kabupaten Lahat. -foto: agustriawan/sumeks-

Lahat, SUMATERAEKSPRES.ID — Sebanyak 13 kepala keluarga (KK) atau sekitar 30 jiwa, termasuk anak-anak dan balita, saat ini telantar di kawasan Desa Mekar Jaya, Kecamatan Kikim Barat, Kabupaten Lahat. Mereka diketahui berasal dari Kabupaten Musi Rawas (Mura) dan merupakan bagian dari kelompok Suku Anak Dalam (SAD).

Menurut Ketua Forum Kepala Desa (Kades) Kecamatan Kikim Barat, Bostandi, para warga tersebut awalnya direkrut oleh seseorang dengan iming-iming mengikuti program Transmigrasi Swakarsa Mandiri (TSM). Namun, hingga empat bulan berlalu, program yang dijanjikan tak kunjung ada kejelasan. Akibatnya, mereka kini terpaksa menumpang hidup di Desa Mekar Jaya dengan kondisi yang tidak jelas.

Informasi yang dihimpun, mereka tinggal di pondok program ketahanan desa. " Persediaan makanan telah habis, dan mereka sampai harus mencari hewan liar untuk bertahan hidup,” ujar Bostandi kepada awak media, Senin (22/9).

Bostandi menambahkan hingga kini, bantuan yang datang hanya berasal dari masyarakat sekitar. Ia berharap ada perhatian dan tindak lanjut dari pemerintah daerah maupun pusat, mengingat situasi yang dihadapi menyangkut nilai-nilai kemanusiaan.

BACA JUGA:Tiga Hari Terlantar di Prabumulih, Mustofa Akhirnya Bertemu Keluarga dan Dikirim ke Panti Sosial

BACA JUGA:Pria Lansia Terlantar yang Viral di Lubuklinggau Meninggal Dunia

“Kami sangat berharap adanya bantuan, baik pangan maupun kesehatan. Ini soal kemanusiaan,” tegasnya.

Terkait hal ini, Kepala Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja Kabupaten Lahat, Mustopa Nelpon, S.Sos., M.Si, melalui Kepala Bidang Transmigrasi Joni Efendi, memberikan penjelasan bahwa program Transmigrasi Swakarsa Mandiri (TSM “Sejatinya merupakan program dengan pembiayaan mandiri oleh warga, sedangkan lahan disediakan oleh pemerintah.

Namun, hingga saat ini, program tersebut belum berjalan di Kabupaten Lahat Jika pun ada, kata Joni, program harus melalui koordinasi resmi antara pemerintah kabupaten dan Kementerian.

 “Sampai saat ini belum ada program TSM. Jadi kalau ada warga yang direkrut atas nama program itu, kami khawatir ini adalah kegiatan yang tidak resmi,” ujarnya.

Kasus ini mengundang keprihatinan dari berbagai pihak, mengingat warga yang menjadi korban termasuk kelompok rentan, seperti anak-anak dan balita. Pemerintah daerah diharapkan segera turun tangan memberikan bantuan darurat dan melakukan verifikasi atas pihak yang bertanggung jawab merekrut warga tersebut. "Kasihan, semoga ada kejelasannya status atau tindak lanjut terhadap mereka," ujar Fathir warga dimitai tanggapannya. Selain itu, perlu dilakukan penyelidikan lebih lanjut agar tidak merugikan masyarakat.

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan