Karhutla di Pampangan: Udara Panas, Lahan 1,5 Hektar Terbakar
Asap tipis menyelimuti udara di Kecamatan Pampangan, Ogan Komering Ilir (OKI), pada Senin (8/9).-Foto: IST -
KAYUAGUNG, SUMATERAEKSPRES.ID – Asap tipis menyelimuti udara di Kecamatan Pampangan, Ogan Komering Ilir (OKI), pada Senin (8/9).
Dari pantauan udara, terlihat hamparan lahan mineral seluas kurang lebih 1,5 hektar hangus dilalap api.
Iklan Google/Link Sponsor
Begitu laporan masuk, aparat kecamatan bersama tim gabungan langsung menuju lokasi.
Namun hingga kini, laporan dari jalur darat mengenai luasan pasti lahan terbakar masih menunggu verifikasi.
BACA JUGA:Mantan Honorer di Prabumulih Ditangkap Usai Gelapkan Mobil Buruh, Kerugian Rp 50 Juta
BACA JUGA:Kejati Sumsel Tegaskan Dukungan untuk Penguatan Tata Kelola Bank Pembangunan Daerah
Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) OKI, Nova Triyussanto, menegaskan bahwa upaya pemadaman segera dilakukan. “Petugas kita langsung terjun ke lapangan, dan api berhasil dipadamkan,” ujarnya.
Ancaman Karhutla di Musim Kering
Beberapa hari terakhir, intensitas hujan di wilayah ini menurun drastis. Kondisi tersebut membuat risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla) semakin tinggi.
Karena itu, patroli dan imbauan kepada masyarakat terus digencarkan agar tidak membuka lahan dengan cara membakar.
BACA JUGA:Transformasi Teknologi Smartphone Lipat di Tahun 2025, dari Gimmick ke Game-Changer
BACA JUGA:BRI Sekayu Jalin Sinergi dengan Kodim 0401 Muba, Dorong Pembangunan Sosial dan Ekonomi
“Ini penting, masyarakat harus terus diingatkan. Api di lahan mineral masih bisa ditangani, tapi jika sampai merambah lahan gambut, pemadamannya jauh lebih sulit,” terang Nova.
Antisipasi Meluasnya Api
Selain memadamkan api, petugas juga melakukan pengecekan kondisi lahan gambut di sekitar lokasi. Meski permukaan air mulai menyusut, masih ada cadangan air di dalam tanah yang bisa membantu mencegah api menjalar lebih jauh.
Beruntung, hujan deras masih sesekali turun di wilayah OKI. Hujan ini setidaknya menjadi penolong alami dalam menekan potensi api semakin meluas.
