SMBR Latih Warga Ring 1 Hadapi Risiko Kebakaran dan Bencana
SMBR ajak warga Ring 1 siap siaga! Dari teknik pakai APAR hingga evakuasi bencana, semua dilatih demi lingkungan yang lebih aman dan tangguh. Foto:Ist--
SUMATERAEKSPRES.ID – PT Semen Baturaja Tbk (SMBR), anak perusahaan PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG), terus menunjukkan komitmennya dalam menciptakan lingkungan yang aman dan tanggap bencana.
Melalui Unit Health, Safety & Environment (HSE), SMBR menggandeng Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan OKU serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) OKU untuk menggelar pelatihan dan simulasi penanggulangan kebakaran serta kedaruratan bencana.
Iklan Google/Link Sponsor
Kegiatan yang berlangsung di Ganesha Arena, Baturaja, Kabupaten OKU, Rabu (13/8) ini melibatkan masyarakat yang tinggal di wilayah Ring 1 operasional perusahaan.
Turut hadir Camat Baturaja Barat Yan Kurniawan, Camat Baturaja Timur Khairuddin Albar, para kepala desa, dan lurah setempat.
BACA JUGA:Riset Ungkap, Cukup 15 Menit Olahraga Ringan Sehari, Risiko Penyakit Jantung Bisa Turun 30%
BACA JUGA:Kapolda Sumsel Lepas Kick Off Gerakan Pangan Murah Polri di Palembang
Vice President Corporate Secretary SMBR, Hari Liandu, saat membuka acara menegaskan pentingnya kesiapsiagaan menghadapi situasi darurat.
“Ini adalah wujud nyata komitmen kami untuk tumbuh dan berkembang bersama masyarakat. Latihan seperti ini mengajarkan kita untuk bergerak cepat, tetap tenang, dan saling membantu ketika bencana datang,” ujarnya.
Materi dan Simulasi Lengkap
Pelatihan menghadirkan dua narasumber utama. Taslim Winardi dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan OKU membawakan materi seputar pencegahan serta penanggulangan kebakaran, mulai dari penyebab umum, langkah pencegahan, hingga teknik pemadaman awal.
BACA JUGA:Presiden PKS Umumkan Langsung Dewan Pimpinan PKS Tingkat Kabupaten/Kota se-Sumsel
BACA JUGA:Polres Prabumulih Bersama Bulog dan Disperindag Hadirkan Pangan Murah untuk Warga
Ia mengingatkan bahwa kebakaran seringkali dipicu kelalaian kecil, dan dengan pengetahuan yang tepat—seperti penggunaan APAR atau kain basah—api bisa dipadamkan sebelum membesar.
Sementara itu, Gunawansyah dari BPBD OKU memaparkan prosedur evakuasi, jalur aman, koordinasi antarwarga, serta peran masyarakat dalam mitigasi risiko bencana.
“Bencana tidak bisa diprediksi, tapi kesiapan dapat dilatih. Dengan koordinasi dan prosedur yang benar, kita bisa meminimalkan risiko korban maupun kerugian,” tegasnya.
