Hidupkan Kembali Malam Tapai, Libatkan UMKM Jual Makanan Tradisional
Ahmadin Ilyas-Foto: IST-
KAYUAGUNG, SUMATERAEKSPRES.ID – Tradisi lama masyarakat pesisir sungai Kayuagung kembali dihidupkan melalui kegiatan budaya bertajuk Malam Tapai.
Kegiatan yang akan digelar ini sebagai upaya untuk mengangkat kembali warisan budaya daerah. Sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif dan meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) Kabupaten OKI.
BACA JUGA:Antan Sungsung, Tradisi Pencak Silat dalam Pernikahan Adat Komering di OKI
BACA JUGA:Songket Motif Biduk Cukit Khas OKI Siap Jadi Ikon Baru, Perpaduan Budaya dan Fashion Modern
Kegiatan Malam Tapai memperkenalkan kembali tradisi masyarakat era 1980–1990an. Saat itu, hasil bumi dan tapai, makanan fermentasi khas daerah, diperdagangkan di tepian sungai.
Khususnya di kawasan sekitar Masjid Agung Solihin Kayuagung. Tradisi ini dulu menjadi denyut ekonomi malam hari masyarakat sungai. Sayangnya, kini tradisi tersebut nyaris hilang tanpa pelestarian.
Rencananya, kegiatan budaya Malam Tapai ini akan melibatkan banyaj UMKM dengan menjajakan makanan tradisional. Acara bakal digelar 29 Agustus 2025.
Kegiatan tersebut akan dipusatkan di seputaran Taman Kota Kayuagung yang berdekatan dengan Pendopo Bupati OKI.
“Kalau zaman dulu di pinggir Sungai Komering. Sekarang di dekat Taman Kota Kayuagung,”’ ujar Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata OKI, Ahmadin Ilyas, kemarin (2/8). Kegiatan ini melibatkan Karang Taruna.
Tujuannya untuk melestarikan salah satu tradisi masa lalu Kayuagung yakni malam menjelang Kalangan. Beberapa waktu lalu sudah dibuka pendaftaran bagi para UMKM yang akan berpartisipasi.
“Yang jelas nantinya akan ada hiburan bagi masyarakat agar lebih meriah,” bebernya.
Dulu sempat digelar kegiatan serupa. Antusias masyarakat sangat tinggi. Banyak pengunjung khususnya anak muda datang ke acara Malam Tapai.
BACA JUGA:Sejarah Nama Kayuagung, Pusat Pemerintahan Kabupaten OKI yang Dihuni Mayoritas Suku Komering
