40 Persen Terserap Kerja dan Mandiri
sIMBOLIs: Kadisnaker OKu Kadarisman secara simbolis memasangkan tanda peserta pelatihan. -foto: berry/sumeks-
BATURAJA, SUMATERAEKSPRES.ID - Sebanyak 48 peserta mengikuti pelatihan keterampilan bagi pencari kerja di UPTD Balai Latihan Kerja (BLK) Disnaker Ogan Komering Ulu (OKU), Selasa (20/5). Peserta yang akan mengikuti pelatihan tersebut sebelumnya sudah melalui proses seleksi karena banyaknya animo pendaftar.
Ada tiga jurusan pelatihan keterampilan yang dilaksanakan. Masing-masing tata rias, menjahit, dan tata boga. Kepala UPTD BLK Disnaker OKU Farizal Chandra mengatakan, masing-masing jurusan diikutİ sebanyak 16 peserta.
Iklan Google/Link Sponsor
"Pelatihan keterampilan ini merupakan gelombang ke-2," kata Farizal Chandra. Dari monitoring pascakegiatan sebelumnya, sebanyak 40 persen peserta pelatihan bisa terserap lapangan kerja di beberapa daerah. Juga ada yang secara mandiri membuka usaha.
Tujuan kegiatan sebutnya, untuk meningkatkan kompetensi bagi pencari kerja. Di samping untuk menumbuhkan minat berwirausaha. Dari mengikuti pelatihan diharapkan memiliki motivasi untuk mandiri membuka usaha mandiri. Sehingga bisa mewujudkan masyarakat yang produktif.
BACA JUGA:40 Eks Napiter Sumbagsel Ikuti Program Deradikalisasi Lewat Pelatihan Servis AC di Palembang
BACA JUGA:Pelatihan Digital Skill Bekali Alumni SMA/SMK Siap Bersaing di Era Teknologi
Peserta mengikuti pelatihan keterampilan selama 240 jam, atau sekitar 1 bulan. Dengan metode memberikan materi 30 persen, dan sebanyak 70 persen dalam bentuk praktik. Selama kegiatan diberikan ATK, modul, dan nantinya dapat sertifikat pelatihan.
Kadisnaker OKU Kadarisman SAg MSI menyampaikan kegiatan pelatihan dilaksanakan dalam momen khusus, karena bertepatan dengan hari kebangkitan nasional. "Semoga ini memberikan semangat dan memberi motivasi kepada peserta," ujarnya.
Disebutnya, karena pendaftar peserta ini banyak mencapai lebih 500 orang. Namun karena anggaran terbatas, peserta yang ikut dilakukan diseleksi. Kegiatan tersebut sebagai bentuk komitmen Pemkab OKU untuk meningkatkan skill bagi generasi muda pencari kerja.
"Sasaran kegiatan sebetulnya angkatan kerja baru," sebutnya. Khususnya tamatan SMA atau SMK yang tidak melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Sehingga tidak sampai menambah deretan angka pengangguran. Disebutnya, pada 2025 tidak ada bantuan dari pusat untuk pelatihan kerja.
