Jembatan Penghubung OKU Timur-OKI Nyaris Ambruk
WASWAS: Kondisi jembatan OKUT penghubung OKU Timur -OKi di desa Persiapan Harapan Makmur OKUT ini bikin warga waswas-foto: kholid/sumeks-
OKU TIMUR, SUMATERAEKSPRES.ID - Jembatan di Desa Persiapan Harapan Makmur, Kecamatan Semendawai Timur, Kabupaten OKU Timur, Sumatera Selatan, kini berada dalam kondisi darurat dan nyaris ambruk.
Pilar penyangga utama sudah nyaris roboh akibat terkikis arus sungai dan terus menerus dilalui kendaraan berat.
Iklan Google/Link Sponsor
Warga setempat waswas, jika tak segera diperbaiki, jembatan ini bisa ambruk dan memutus akses vital antara Kabupaten OKU Timur dan Ogan Komering Ilir (OKI).
Jembatan ini dibangun pada tahun 2010 dengan anggaran Program Pembangunan Infrastruktur Perdesaan (PPIP).
Awalnya, jembatan ini menjadi solusi penting bagi masyarakat sekitar untuk menghubungkan dua kabupaten sekaligus menunjang distribusi hasil pertanian.
Namun, seiring waktu, strukturnya mulai melemah. Besi penyangga yang dulunya kokoh kini tampak keropos dan miring, bahkan sebagian tiang sudah hampir menggantung.
BACA JUGA:Tergerus Air Sungai, Jembatan Dusun Mataram Jaya Ambruk, Warga Buat Jembatan Kayu
BACA JUGA:Perbaikan, Tutup Total 2 Bulan, Gelagar Jembatan Enim 2 Retak
Harmain, salah satu warga Desa Harapan Makmur, mengungkapkan kekhawatiran masyarakat terhadap kondisi jembatan yang kian mengkhawatirkan.
"Setiap musim hujan, arus sungai semakin deras dan terus menggerus pondasi tiang penyangga. Jika dibiarkan, bukan tidak mungkin jembatan ini akan roboh, terutama jika terus dilewati truk dengan muatan berat,” ujarnya akhir pekan lalu.
Menurutnya, kondisi ini tidak hanya membahayakan pengguna jembatan, namun juga berdampak besar terhadap aktivitas ekonomi warga.
Jembatan ini merupakan jalur utama untuk mengangkut hasil pertanian dan kayu dari desa ke berbagai daerah. Jika akses ini terputus, distribusi hasil pertanian warga bisa lumpuh.
Selain menjadi jalur distribusi hasil bumi, jembatan ini juga menjadi akses utama anak-anak sekolah. Jika jembatan ambruk, siswa-siswi di desa ini akan kesulitan mencapai sekolah mereka.
“Anak-anak sekolah juga sangat bergantung pada jembatan ini. Kalau sampai putus, mereka harus mencari jalan lain yang lebih jauh dan berisiko,” tambah Harmain.
