Sumatera Ekspres | Baca Koran Sumeks Online | Koran Sumeks Hari ini | SUMATERAEKSPRES.ID - SUMATERAEKSPRES.ID Koran Sumeks Hari ini - Berita Terhangat - Berita Terbaru - Berita Online - Koran Sumatera Ekspres

https://sumateraekspres.bacakoran.co/

Mitsubishi baru

Iklan Google/Link Sponsor

Simbol Pergaulan

PERGAULAN: Tari Erai-erai asal Kabupaten Lahat ini menjadi simbol pergaulan para muda-mudi.-foto: agustriawan/sumeks-

LAHAT, SUMATERAEKSPRES.ID - Di Kabupaten Lahat,  ada Tari Erai-Erai. Yakni tari yang dipenuhi dengan gerakan khas dan pantun yang  menjadi simbol pergaulan dan persatuan bagi masyarakat Kabupaten Lahat, terutama bagi para muda-mudi.

Plh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Lahat, Eti Listina SP MM melalui Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Lahat Dr Hasferi Susanto Spd MM, menjelaskan bahwa Tari Erai-Erai pertama kali berkembang pada tahun 1950-an. 


Iklan Google/Link Sponsor

"Tari ini pada awalnya lebih bersifat sebagai ajang pergaulan bagi muda-mudi. Tak seperti tari lainnya yang berkaitan dengan upacara, Tari Erai-Erai lebih berfokus pada kesenian dan persatuan antardaerah," ungkapnya.

Tari Erai-Erai memiliki ciri khas yang membedakannya dari tarian tradisional lainnya, yaitu adanya penggunaan pantun dalam setiap gerakannya. Pantun yang dinyanyikan oleh penari kadang berisi ejekan, hiburan, atau pesan-pesan moral, dan diiringi dengan gerakan tarian yang penuh semangat. 

Gerakan "dompo" menjadi salah satu elemen yang paling terkenal dalam tari ini, di mana tangan dan kaki bergerak secara bersamaan dengan lincah mengikuti irama musik.

BACA JUGA:Batik Khas Muara Enim, Keanekaragaman Motif dan Upaya Pelestarian Budaya Lokal

BACA JUGA:Menguak Perbedaan Harimau Jawa dan Sumatera:  Begini Habitat, Corak, dan Ancaman Kelestarian Satwa Ikonik

Awalnya, musik pengiring Tari Erai-Erai menggunakan alat musik tradisional seperti jidur, biola, dan akordeon. Namun, saat ini, musik pengiring lebih beragam dan sering disesuaikan dengan kebutuhan acara, seperti pernikahan atau khitanan, yang sering menampilkan organ tunggal atau alat musik modern lainnya.

Salah satu keunikan Tari Erai-Erai adalah penggunaan selendang yang tidak hanya sebagai aksesori busana, tetapi juga sebagai alat untuk mengajak penonton berpartisipasi dalam tarian. Para penari akan melepaskan selendangnya dan melilitkannya di leher penonton yang ingin ikut menari, menciptakan suasana interaktif yang meriah.

Tidak hanya dalam bentuk pertunjukan, Tari Erai-Erai juga memiliki makna mendalam yang terkait dengan adat istiadat masyarakat Lahat. Terdapat lebih dari 60 jenis tembang atau lagu yang digunakan dalam tari ini, masing-masing dengan makna yang berkaitan dengan kehidupan masyarakat, seperti tema pernikahan, kehidupan sehari-hari, hingga kisah perjuangan.

Pemerintah Kabupaten Lahat terus berupaya melestarikan Tari Erai-Erai melalui berbagai program. Beberapa langkah yang dilakukan antara lain dengan mengumpulkan para seniman untuk membakukan gerak tari, mengadakan pelatihan bagi guru seni dan ketua sanggar, serta mendata keberadaan Tari Erai-Erai di berbagai daerah. Langkah ini bertujuan agar Tari Erai-Erai tetap lestari dan menjadi kebanggaan masyarakat Kabupaten Lahat.

BACA JUGA:Bank Syariah Indonesia (BSI) Dorong Wisata Berkelanjutan di Cikole Lembang untuk Kelestarian Lingkungan

BACA JUGA:PTPN I Regional 7 Tanam Seribu Mangrove dan Terumbu Karang Demi Kelestarian Lingkungan Teluk Pandan Lampung

"Tari Erai-Erai bukan hanya sekadar tarian, tetapi juga merupakan bagian dari identitas budaya kami. Melalui upaya-upaya pelestarian ini, kami berharap agar generasi muda dapat mengenal, memahami, dan meneruskan kebudayaan ini ke depannya," ujarnya.

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan