Cari Solusi Kemacetan dan Debu
M Dodi A Nasoha ST MSi-foto: ist-
Lahat, SUMATERAEKSPRES.ID - M Dodi A Nasoha, ST, MSi, yang baru menjabat sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Lahat, melakukan pertemuan dengan 24 perusahaan dan transportir batu bara yang beroperasi di wilayah Merapi Area, Kecamatan Lahat.
Pertemuan tersebut bertujuan untuk mencari solusi masalah kemacetan, tebaran debu, dan pengelolaan lingkungan hidup di kawasan jalan lintas Merapi yang sering terganggu oleh aktivitas pertambangan batu bara.
Iklan Google/Link Sponsor
Dodi, yang didampingi oleh Kepala Bidang Tata Lingkungan, Eddi Adwar, ST., MM., menjelaskan bahwa pertemuan ini sekaligus menjadi kesempatan untuk memberitahukan adanya pergantian Plt di DLH Kabupaten Lahat, serta menyampaikan imbauan kepada perusahaan-perusahaan yang beroperasi di wilayah tersebut.
Hal ini berfokus pada pengelolaan lingkungan hidup yang lebih baik, serta solusi terhadap masalah kemacetan dan debu yang mengganggu warga dan pengguna jalan.
“Penyapuan jalan harus dilakukan secara rutin setiap tiga hari menggunakan alat berat seperti excavator mini atau grader mini. Debu yang terkumpul bisa diangkut kembali ke lahan tambang untuk mengurangi dampak negatif di sepanjang jalan Merapi Area,” ungkap Dodi.
BACA JUGA:Adakan Pertemuan dengan Perusahaan Tambang Batu Bara di Merapi Area untuk Tangani Kemacetan dan Debu
Selain itu, perusahaan juga diminta untuk melakukan pengecekan terhadap kendaraan angkutan batu bara, memastikan kelengkapan izin berkendara sopir, serta memperketat aturan terkait perbaikan unit kendaraan yang hanya boleh dilakukan di workshop tertutup.
Dodi juga menekankan pentingnya peran perusahaan dalam meminimalisir kemacetan di area Merapi dengan mengoptimalkan kegiatan komite penanggulangan kemacetan. “Penggunaan petugas pengatur lalu lintas (traffic man) di titik-titik rawan macet harus dimaksimalkan, dan perusahaan juga diminta untuk membuat laporan berkala terkait kemacetan dan debu kepada DLH,” tambahnya.
Selain itu, perusahaan-perusahaan diharapkan untuk membentuk tim pengawas yang akan memantau kegiatan penyapuan jalan oleh ibu-ibu secara bergilir, guna menjaga kebersihan jalan lintas Merapi. Dodi menegaskan bahwa koordinasi yang baik antara DLH, perusahaan, dan instansi terkait lainnya akan terus dilakukan untuk mengatasi permasalahan tersebut secara berkelanjutan.
Dodi berharap langkah-langkah yang diambil dapat mengurangi dampak negatif yang ditimbulkan oleh pertambangan batu bara terhadap lingkungan dan kenyamanan masyarakat. “Ke depannya, kita akan terus bekerja sama dengan pihak perusahaan dan instansi terkait lainnya untuk memastikan bahwa masalah kemacetan dan debu batu bara di Merapi Area dapat diatasi dengan baik,” tutupnya.
Pertemuan ini menjadi langkah awal untuk menciptakan solusi bersama dalam menjaga kelestarian lingkungan serta kenyamanan warga yang terdampak oleh aktivitas pertambangan batu bara di Kabupaten Lahat.
