Sumatera Ekspres | Baca Koran Sumeks Online | Koran Sumeks Hari ini | SUMATERAEKSPRES.ID - SUMATERAEKSPRES.ID Koran Sumeks Hari ini - Berita Terhangat - Berita Terbaru - Berita Online - Koran Sumatera Ekspres

https://sumateraekspres.bacakoran.co/

Mitsubishi baru

2 Wilayah di Prabumulih Terendam, 47 Desa Waspada

TERENDAM: Dua wilayah di Prabumulih terendam akibat hujan yang terus menerus mengguyur Bumi Seinggo Sepemunyian. FOTO: DIAN/SUMEKS--

Penetapan ini dilakukan melalui Surat Keputusan (SK) Bupati dan menjadi langkah awal untuk meningkatkan kewaspadaan masyarakat dan pemerintah daerah.

Hal ini disampaikan langsung oleh Plt Kepala BPBD Empat Lawang, Dadang Munandar. Ia menegaskan bahwa Pemerintah Daerah Kabupaten Empat Lawang sudah mengambil langkah antisipasi dengan menetapkan daerah-daerah prioritas untuk diawasi selama musim penghujan.

"Kami telah mengidentifikasi dua bencana utama yang harus mendapat perhatian khusus, yakni banjir dan tanah longsor.

Namun, masyarakat juga harus waspada terhadap kemungkinan bencana lainnya, seperti orang terseret arus sungai," ujar Dadang.

Ia menjelaskan bahwa ke-47 desa rawan tersebut tersebar di beberapa kecamatan, dengan wilayah paling dominan berada di Kecamatan Tebing Tinggi, Talang Padang, Pendopo, Lintang Kanan, dan Pasemah Air Keruh. 

Dalam menghadapi ancaman bencana ini, BPBD Empat Lawang telah menyiapkan tiga bidang operasional utama: Bidang Rehabilitasi dan Konstruksi, Bidang Logistik, dan Bidang Kesiapsiagaan.

Selain itu, mereka juga mengaktifkan Tim Reaksi Cepat (TRC) yang akan segera turun ke lokasi bencana begitu menerima laporan dari masyarakat.

"Kami pastikan semua bidang telah siaga. Tim Reaksi Cepat juga sudah disiapkan untuk bergerak kapan pun dibutuhkan.

Laporan dari masyarakat akan segera ditindaklanjuti, sehingga penanganan bencana dapat dilakukan dengan cepat dan tepat," tambah Dadang.

Ia juga menekankan pentingnya kesiapan semua pihak. "Bencana tidak menunggu kita siap, tetapi kita yang harus selalu siap menghadapi bencana," ujarnya. 

Terpisah,   sepekan terakhir, wilayah Musi Rawas, Lubuklinggau, dan Muratara (MLM) mengalami fenomena suhu dingin yang terasa signifikan.

Suhu udara pada malam hingga pagi hari tercatat berkisar antara 22-28 derajat Celsius dengan tingkat kelembapan mencapai 73-98 persen.

Kondisi ini memunculkan beragam spekulasi di masyarakat, mulai dari peralihan musim hingga perubahan iklim ekstrem.

Menurut Kepala BMKG Provinsi Sumatera Selatan, Siswanto Fauzi, saat dikonfirmasi Jumat (17/1) mengatakan, fenomena ini bukan disebabkan oleh peralihan musim, melainkan oleh angin baratan yang membawa uap air dan menciptakan kelembapan tinggi di atmosfer.

“Angin baratan dengan kandungan uap air cukup tinggi membuat suhu terasa lebih dingin, meskipun kita masih berada di musim penghujan,” jelas Siswanto.

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan