Tanaman Vanila Program DMPA Mulai Menunjukkan Hasil
Tanaman vanila yang mulai membuahkan hasil--
MUSI BANYUASIN – Upaya pemberdayaan masyarakat melalui pengembangan budidaya vanila yang dijalankan PT Bumi Persada Permai (PT BPP) di Desa Sinar Harapan, Kecamatan Tungkal Jaya, Kabupaten Musi Banyuasin, mulai menunjukkan hasil menggembirakan.
Setelah melalui proses budidaya selama kurang lebih 2,5 tahun, tanaman vanila milik anggota Kelompok Tani Hutan (KTH) Tani Makmur Sejahtera memasuki fase produksi buah pertama.Meskipun pertumbuhan buah belum terjadi secara merata, tapi keberhasilan tersebut menjadi tonggak penting sekaligus penyemangat bagi petani.
Iklan Google/Link Sponsor
Program budidaya vanila mulai dikembangkan pada Januari 2024 oleh 12 anggota KTH Tani Makmur Sejahtera. Seiring berjalannya waktu, minat masyarakat terus meningkat sehingga jumlah anggota kelompok kini bertambah menjadi 19 orang.
BACA JUGA:Program Desa Binaan Imigrasi: Upaya Strategis Mengatasi Permasalahan Pekerja Migran
BACA JUGA:Siapkan Desa Binaan, Dukung Program GSMP
Bahkan dalam satu tahun terakhir, program tersebut mulai direplikasi ke beberapa desa binaan lainnya sebagai bentuk pengembangan dan perluasan manfaat program.
Desa Sinar Harapan sendiri merupakan salah satu desa binaan PT BPP yang masyarakatnya masih bergantung pada pemanfaatan sumber daya hutan dan lahan sebagai sumber penghidupan.
Melalui Program Desa Makmur Peduli Alam (DMPA), PT BPP mendorong pengembangan komoditas vanila sebagai alternatif usaha produktif yang diharapkan mampu meningkatkan pendapatan masyarakat sekaligus mendukung pengelolaan kawasan secara berkelanjutan.
Pelaksanaan program dilakukan melalui kolaborasi antara PT BPP dan NGO KKI Warsi. Selain memberikan pendampingan teknis kepada petani, KKI Warsi juga membantu membuka akses pasar dengan menggandeng PT Java Agro Spices (JAS), perusahaan yang bergerak di bidang ekspor vanila.
Adanya kepastian akses pasar menjadi salah satu faktor penting yang mendorong minat masyarakat mengembangkan komoditas ini. Saat ini, anggota KTH Tani Makmur Sejahtera mengembangkan sekitar 3.000 batang vanila pada lahan seluas kurang lebih 0,8 hektare. Lahan ini tersebar di kebun milik anggota.
Vanila dikenal sebagai salah satu komoditas perkebunan bernilai ekonomi tinggi. Namun, budidayanya memerlukan ketelatenan dan keterampilan khusus. Mulai dari pengaturan naungan, pemeliharaan tanaman, pengendalian penyakit, hingga proses polinasi manual yang menjadi faktor utama keberhasilan pembentukan buah.
Potensi ekonomi yang ditawarkan pun sangat menjanjikan. Saat ini harga vanila basah atau segar berada pada kisaran Rp500 ribu hingga Rp1 juta per kilogram. Sementara itu, vanila kering di kisaran Rp2 juta hingga Rp5 juta per kilogram.
BACA JUGA:Dempo Makmur Jadi Pilot Projek Desa Binaan Imigrasi
BACA JUGA:Konsumsi Yogurt Vanila Buat Bahagia, Kok Bisa..
Untuk kualitas ekspor premium atau Grade A, harga jual bahkan dapat mencapai Rp6 juta hingga Rp8 juta per kilogram, tergantung kualitas produk dan kadar air yang dihasilkan. Kabar menggembirakan datang dari kebun milik Rondi, salah satu anggota kelompok.
