Askolani Minta Perusahaan Perkebunan Lebih Maksimal Kucurkan Dana CSR
SAMBUTAN: Bupati Banyuasin Askolani saat memberi sambutan giat "Ngopi Bareng" di Kompleks Pabrik Crude Palm Oil (CPO) PT Sukses Sawit Gasing, Kelurahan Kenten Laut, Kecamatan Talang Kelapa, Banyuasin, Rabu (3/6). -FOTO : IST-
BANYUASIN, SUMATERAEKSPRES.ID - Bupati Banyuasin Askolani meminta kepada perusahaan perkebunan yang ada di Kabupaten Banyuasin agar lebih maksimal dalam menyalurkan dana CSR.
"Saya minta perusahaan untuk memaksimalkan CSR kepada masyarakat di lingkungan sekitar perusahaan," kata Bupati Banyuasin Askolani saat memberikan kata sambutan giat "Ngopi Bareng" di Kompleks Pabrik Crude Palm Oil (CPO) PT Sukses Sawit Gasing, Kelurahan Kenten Laut, Kecamatan Talang Kelapa, Banyuasin, Rabu (3/6).
Iklan Google/Link Sponsor
BACA JUGA:Butuh 8 Ribu Bibit Padi akibat Puso, Minta Bantu CSR Perusahaan
BACA JUGA:Minta Bantu dari CSR Perusahaan Kegiatan Program Makan Gratis Bergizi
Tentunya dengan adanya CSR itu dapat membantu proses pembangunan yang ada di Kabupaten Banyuasin seperti masalah infrastruktur dan lain sebagainya. "Dengan APBD Rp2,7 triliun, tidak bisa meng-cover seluruh pembangunan di Banyuasin," terangnya.
Diakuinya penyaluran CSR yang dilakukan perusahaan di Banyuasin kurang maksimal. Oleh sebab itu ke depannya pihak perusahaan diminta agar proaktif dalam menyalurkan CSR.
"Ada aturannya, perusahaan menyalurkan CSR 2 atau 4 persen dari laba perusahaan," ungkapnya didampingi Kadis Perkebunan dan Peternakan Kabupaten Banyuasin, Roni Utama.
Terkait persoalan jalan yang mengalami kerusakan terutama jalan kabupaten, Askolani meminta kepada pihak perusahaan yang ada di Banyuasin untuk dapat menjaga jalan itu.
"Tentunya angkutan hasil sawit dan lain sebagainya diangkut sesuai tonase, jangan sampai over tonase. Setidaknya bisa jaga, walaupun tidak bisa bantu (bangun)," tegasnya.
BACA JUGA:Bangun Posyandu, CSR Perusahaan Fokus Pemberdayaan
BACA JUGA:Pemkab Banyuasin Harapkan Pokir Selaras dengan RKPD
Selain itu juga Askolani meminta kepada pihak perusahaan agar dapat memprioritaskan tenaga kerja lokal terutama di sekitar perusahaan perkebunan.
"Bila perlu berikan beasiswa kepada anak tenaga kerja itu," ungkapnya. (qda/lia/)
