Cuaca Panas, Dinkes Minta Warga Waspada Gangguan Kesehatan
Djoko Listyano-FOTO: IST-
PRABUMULIH, SUMATERAEKSPRES.ID – Cuaca panas ekstrem yang melanda Kota Prabumulih dalam beberapa pekan terakhir mulai dikeluhkan masyarakat.
Fenomena cuaca panas ekstrem tersebut mendapat perhatian serius dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Prabumulih.
Iklan Google/Link Sponsor
BACA JUGA:Pastikan Kondisi Tubuh Fit, Perbanyak Minum Air Putih, Ingatkan Pengendara Waspada Cuaca Panas
BACA JUGA:Boleh Nggak Sih Mandi Lebih Sering Saat Cuaca Panas? Ini Jawabannya!
Masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai dampak kesehatan yang dapat muncul akibat paparan suhu tinggi dalam waktu lama.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Prabumulih, Djoko Listyano, mengatakan kondisi cuaca panas berlebih dapat memicu berbagai gangguan kesehatan, terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan masyarakat yang banyak beraktivitas di luar ruangan.
“Cuaca panas ekstrem dapat berdampak serius terhadap kesehatan masyarakat apabila tidak diantisipasi dengan baik.
Karena itu kami mengimbau warga untuk menjaga kondisi tubuh dan mengurangi risiko paparan panas secara langsung,” ujarnya.
Menurut Djoko, beberapa gangguan kesehatan yang kerap muncul akibat suhu panas tinggi di antaranya dehidrasi, heat exhaustion atau kelelahan akibat panas, heat stroke atau sengatan panas, sakit kepala, pusing, hingga infeksi saluran pernapasan.
Selain itu, kondisi cuaca ekstrem juga dapat memperburuk penyakit kronis yang sebelumnya sudah diderita masyarakat, seperti hipertensi, penyakit jantung, serta gangguan pernapasan seperti asma.
Dinkes Kota Prabumulih mengingatkan masyarakat untuk memperbanyak konsumsi air putih minimal delapan gelas per hari meskipun tidak merasa haus.
Hal tersebut penting dilakukan untuk menjaga keseimbangan cairan tubuh dan mencegah dehidrasi akibat suhu panas yang tinggi.
“Kurangi aktivitas di luar ruangan, khususnya pada pukul 11.00 hingga 15.00 WIB karena pada jam tersebut suhu udara biasanya berada di titik tertinggi,” lanjut Djoko Listyano.
Selain menjaga asupan cairan, masyarakat juga dianjurkan menggunakan pakaian yang ringan, longgar, dan mudah menyerap keringat ketika beraktivitas di luar rumah.
