Cegah Siswa Titipan, Teliti Input Data PIP
Gusmedi-FOTO: IST-
EMPATLAWANG, SUMATERAEKSPRES.ID – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Empat Lawang memberikan peringatan keras kepada seluruh pihak sekolah untuk lebih teliti dalam mengelola data calon penerima Program Indonesia Pintar (PIP).
Ketelitian ini harga mati agar bantuan pendidikan dari pemerintah pusat tersebut tepat sasaran. Hal ini ditegaskan oleh Kepala Bidang (Kabid) Pembinaan SMP Disdikbud Empat Lawang, Gusmedi.
Iklan Google/Link Sponsor
BACA JUGA:Siapkan Bantuan Pendidikan 18,59 Juta Siswa, Melalui Program Indonesia Pintar 2025
BACA JUGA:Bantuan Program Indonesia Pintar (PIP) Agustus 2024, Sudah Cair? Simak Rinciannya di Sini
Ia menekankan bahwa kesalahan administratif dalam penginputan data bukan sekadar masalah teknis, melainkan menyangkut hak siswa kurang mampu. Satu kesalahan kecil bisa menyebabkan distribusi bantuan menjadi kacau.
"Jangan sampai terjadi anomali; siswa yang seharusnya berhak justru terlewat, sementara yang mampu malah terdaftar. Ini jelas mencederai tujuan utama program pemerintah," ujar Gusmedi, kemarin.
Ia mengingatkan bahwa seluruh mekanisme PIP sudah diatur secara gamblang dalam Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan.
Salah satu poin krusial yang sering luput dari perhatian sekolah adalah klasifikasi dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).
"Siswa wajib masuk dalam basis data Kementerian Sosial. Hanya siswa dari keluarga dengan kategori Desil di bawah 5 yang dinyatakan layak menerima bantuan," jelasnya.
Pihak sekolah harus paham betul soal angka desil ini. Kalau di atas 5, mereka tidak berhak. Ketajaman data di tingkat sekolah adalah kunci.
BACA JUGA:Dana Sekolah Cair April 2026: Bantuan Pendidikan Resmi yang Bikin Napas Orang Tua Lebih Lega
BACA JUGA:CEO Thamrin Group, Elysa Thamrin, Salurkan Bantuan Pendidikan ke SD Negeri 3 Muara Belida
Pemerintah daerah berkomitmen untuk memperketat pengawasan dan terus melakukan pembinaan administratif.
Dengan data yang akurat, diharapkan PIP benar-benar menjadi jembatan bagi siswa di Empat Lawang untuk terus menempuh pendidikan tanpa terkendala biaya. (eno/lia)
