Langkah Strategis PGE Menuju Transisi Energi Bersih
PENANDATANGANAN: Proyek berkapasitas 55 MW Sumatera Selatan ditandai dengan pelaksanaan kick off meeting pada pertengahan April 2026.-FOTO: OZI/SUMEKS-
MUARA ENIM, SUMATERAEKSPRES.ID – Memaksimalkan kekayaan panas bumi di Indonesia, PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) resmi memulai pengerjaan proyek PLTP Lumut Balai Unit 4.
Proyek berkapasitas 55 MW ini berlokasi di Lumut Balai dan Margabayur, Sumatera Selatan dan ditandai dengan pelaksanaan kick off meeting pada pertengahan April 2026.
Iklan Google/Link Sponsor
BACA JUGA:Bangun Sinergi Pengembangan Panas Bumi
BACA JUGA:PLN Genjot Proyek Panas Bumi, Dorong Swasembada Energi Nasional
Langkah ini menjadi bukti konkret komitmen Perseroan dalam mempercepat transisi energi bersih nasional.
Proyek tersebut mencakup serangkaian proses mulai dari penyiapan infrastruktur, pengeboran sumur, hingga tahap uji produksi.
Sebagai langkah pembuka, PGE mengalokasikan dana sekitar USD 32,21 juta untuk mengebor tiga sumur eksplorasi.
Target penyelesaian awal diproyeksikan pada Oktober 2027, sedangkan operasional komersial secara penuh (COD) direncanakan tercapai pada tahun 2032.
Direktur Utama PGE, Ahmad Yani, menekankan bahwa proyek ini bukan sekadar mengejar angka kapasitas, melainkan upaya menjaga kesinambungan pasokan energi bersih.
"Kehadiran unit baru ini diharapkan mampu memperkokoh portofolio panas bumi nasional serta mendukung target pemerintah dalam mencapai Net Zero Emissions,"ujar Ahmad Yani, Minggu (19/4).
Dijelaskannya, secara teknis, Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP) Lumut Balai memiliki potensi yang sangat besar. Luas Area mencapai 22 hingga 66 km².
Data geosains terbaru mengonfirmasi bahwa cadangan yang ada sangat mumpuni untuk menyuplai tambahan 55 MW.
"Setelah Unit 3 beroperasi di 2030 dan Unit 4 di 2032, lanjutnya, total kapasitas di Area Lumut Balai akan mencapai 220 MW," jelasnya.
Direktur Eksplorasi dan Pengembangan, Edwil Suzandi, menambahkan bahwa pemilihan lokasi pengeboran didasarkan pada kajian komprehensif.
