Dampak Perang Global, Harga Kedelai Melonjak, Perajin Tahu Menjerit
Harga kedelai naik akibat konflik global, perajin tahu di Lubuklinggau tertekan. Biaya produksi meningkat, harga jual terancam naik.-Foto: Leo/sumateraekspres.id-
LUBUKLINGGAU, SUMATERAEKSPRES.ID - Harga kedelai di Lubuklinggau mengalami kenaikan menjadi Rp 11.100 perkilo dari harga sebelumnya Rp 10.800.
Kenaikan itu diduga dampak dari perang perang Amerika Serikat, Israel dengan Iran.
Iklan Google/Link Sponsor
Salah seorang pengrajin tahu di Jalan Karya II, RT 09, Kelurahan Cereme Taba, Kecamatan Lubuklinggau Timur II, Ali mengaku, kenaikan kedelai diduga dampak dari perang Timur Tengah.
"Kenaikan ini diinformasikan karena faktor perang, sementara kedelai kita kan impor, jadi wajar jika naik," kata Ali kepada wartawan, kemarin.
BACA JUGA:Terjebak Hampir 24 Jam di Sumur Sedalam 18 Meter, Pelajar di Lubuk Linggau Selamat
BACA JUGA:Street Crime Masih Merajalela di Lubuk Linggau, Peredaran Narkoba Meningkat 38 Persen
Imbas dari kenaikan harga kedelai menurut dia, cukup berdampak dengan usaha tahu yang dijalaninya.
Kendati demikian untuk harga jual saat ini masih terbilang stabil, dimana perpotong tahu dikisaran Rp 300 per potong.
"Kalau harga jual masih normal Rp 300 per potong, belum ada kenaikan. Mungkin jika ada kenaikan lagi untuk harga kedelainya, mungkin bisa naik atau mungkin ukurannya dikecilkan," jelasnya.
Lebih lanjut, dalam perhari usaha tahu yang dikelolanya memproduksi ribuan tahu dengan menyediakan antara 300 sampai 400 Kg kedelai.
BACA JUGA:Urban Farming Perkuat Pangan Keluarga Lubuk Linggau
BACA JUGA:Pasutri Lubuk Linggau Ditangkap Jual Sabu, Barang Bukti Diamankan
Ditempat lain, pengusaha kedelai di Jalan Karya II, Kelurahan Cereme Taba, Kecamatan Lubuklinggau Timur II, Azizi mengatakan saat ini harga kedelai dibandrol Rp 11.100 perkilo dari harga sebelumnya harga kedelai masih normal Rp 10.800 perkilonya.
"Sekarang sudah tiga kali naik. Perminggu kita datang sampai 20 ton kedelai," jelasnya.
