Pemkot Prabumulih Bekerja sama dengan Kemensos RI Salurkan ATENSI
SALURKAN: Pemkot Prabumulih bekerja sama dengan Kementerian Sosial Republik Indonesia menyalurkan bantuan ATENSI kepada para penerima manfaat dalam kegiatan yang digelar di Aula Dinas Sosial Kota Prabumulih.-FOTO: DIAN/SUMEKS-
PRABUMULIH, SUMATERAEKSPRES.ID – Raut haru dan bahagia terpancar dari wajah para lanjut usia (lansia) dan anak-anak saat menerima bantuan sosial dari pemerintah melalui program Asistensi Rehabilitasi Sosial (ATENSI).
Bantuan tersebut menjadi harapan baru bagi masyarakat yang masuk dalam kategori Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS), khususnya di Kota Prabumulih.
BACA JUGA:Bupati OKU Tinjau Langsung Warga Sakit, Salurkan Bantuan Sosial
BACA JUGA:Lansia Kurang Mampu di Empat Lawang Segera Terima Bantuan Sosial
Pemerintah Kota Prabumulih bekerja sama dengan Kementerian Sosial Republik Indonesia menyalurkan bantuan ATENSI kepada para penerima manfaat dalam kegiatan yang digelar di Aula Dinas Sosial Kota Prabumulih, belum lama ini.
Sebanyak 54 lansia menerima bantuan berupa paket sembako, perlengkapan kebersihan, serta kebutuhan dasar lainnya.
Bantuan ini diharapkan mampu membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari para lansia yang sebagian besar hidup dalam keterbatasan ekonomi.
Selain itu, sebanyak 19 anak yatim dari panti asuhan juga menerima bantuan berupa perlengkapan sekolah.
Bantuan ini menjadi dorongan penting untuk menunjang pendidikan mereka agar tetap semangat dalam menuntut ilmu dan meraih masa depan yang lebih baik.
Tidak hanya itu, program ATENSI juga memberikan bantuan berupa perlengkapan usaha kepada satu orang lansia.
Bantuan ini bertujuan untuk mendorong kemandirian ekonomi dan memberikan kesempatan bagi lansia agar tetap produktif meskipun berada di usia senja.
Wali Kota Prabumulih, H Arlan, menyampaikan bahwa bantuan ATENSI bukan sekadar program rutin, melainkan wujud nyata kehadiran negara di tengah masyarakat yang membutuhkan.
Ia menegaskan bahwa pemerintah berkomitmen untuk terus memberikan perhatian kepada kelompok rentan.
“Bantuan ini bukan hanya soal materi, tetapi juga bentuk kepedulian dan kehadiran pemerintah agar masyarakat, khususnya lansia dan anak-anak, tetap merasa diperhatikan dan tidak sendiri dalam menghadapi kehidupan,” ujar Arlan.
