Belum Pikirkan THR, Perangkat Desa dan BPD Keluhkan Siltap Belum Cair Tiga Bulan
Pemkab Lahat-Foto:Ilustrasi anggaran-
LAHAT, SUMATERAEKSPRES.ID – Perangkat desa dan anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) di Kabupaten Lahat, mengeluhkan belum cairnya penghasilan tetap (siltap) selama hampir tiga bulan terakhir.
Ketua BPD Desa Ulak Pandan yang juga Ketua Forum BPD Kecamatan Merapi Barat, A. Tarmizi Arsal, menyampaikan bahwa kondisi tersebut membuat banyak aparat desa mulai merasa resah, terlebih menjelang hari raya.
“Sudah hampir tiga bulan baik perangkat desa maupun BPD belum menerima siltap. Kami tentu sangat menyayangkan hal ini terjadi,” ujarnya, Minggu (8/3).
Ia mengaku hingga kini belum mengetahui secara pasti penyebab keterlambatan tersebut, apakah karena proses administrasi di tingkat desa, sistem birokrasi, atau faktor lain di tingkat pemerintah daerah.
BACA JUGA:Ramadan Penuh Kepedulian, BSI dan BSI Maslahat Berbagi Santunan untuk 5.000 Anak Yatim
BACA JUGA:Satu Desa di Lahat Belum
“Kami juga bertanya-tanya ada apa sebenarnya. Apakah karena keterlambatan laporan desa atau ada kendala lain dalam proses pencairan,” tambahnya.
Sebagai perwakilan BPD, Tarmizi berharap pemerintah kabupaten dapat segera menuntaskan persoalan tersebut agar tidak menimbulkan kegelisahan di kalangan aparat desa.
“Kami berharap kepada pihak Pemkab agar persoalan ini bisa segera diselesaikan. Apalagi menjelang Lebaran, tentu sangat kami harapkan ada perhatian dari pihak terkait,” katanya.
Hal senada disampaikan Sekretaris Forum Kades Kabupaten Lahat , Bambang Heriadi.
BACA JUGA:Pemkab Lahat Bakal Segel Bangunan yang Belum Urus PBG, Didukung DPRD
Ia mengatakan banyak perangkat desa mempertanyakan kapan siltap kepala desa, perangkat desa, serta tunjangan BPD akan disalurkan.
“Hampir tiga bulan belum menerima siltap. Teman-teman di desa mulai mempertanyakan kapan pencairannya, karena khawatir sampai Lebaran belum juga cair,” ujar Bambang Heriadi, Kades Jagabaya Kecamatan Kikim Selatan.
Sementara itu, Dl salah satu kepala desa di Lahat yang enggan disebutkan namanya mengaku saat ini belum memikirkan soal tunjangan hari raya (THR).
