Sepekan Jelang Ramadan, Harga Cabai dan Telur Naik
SIDAK : Wakil Bupati Muara Enim HjSumarni memimpin langsung monitoring ketersediaan dan harga bahan pangan di Pasar Muara Enim dan Tanjung Enim.-FOTO: ozi/SUMEKS-
MUARA ENIM, SUMATERAEKSPRES.ID-Sepekan menjelang bulan suci Ramadan 1447 H/2026 M, harga sejumlah bahan pangan di Kabupaten Muara Enim mulai mengalami kenaikan, terutama cabai dan telur.
Hal tersebut terungkap saat Satgas Ketahanan Pangan Kabupaten Muara Enim melakukan inspeksi mendadak (sidak) pasar yang dipimpin langsung oleh Wakil Bupati (Wabup) Muara Enim Hj Sumarni, dalam rangka monitoring ketersediaan dan harga bahan pangan, di Pasar Muara Enim dan Tanjung Enim, Rabu (11/2).
Iklan Google/Link Sponsor
Dalam sidak kali ini, Wabup Muara Enim bersama Satgas Ketahanan Pangan melakukan peninjauan ke beberapa toko-toko agen sembako untuk memastikan ketersediaan, terutama menghadapi bulan suci Ramadan mendatang.
Setelah itu, dilanjutkan ke kios dan lapak para pedagang kaki lima untuk mengecek dan berdialog langsung dengan para pedagang tentang permasalahan atau kendala dan penyebab sembako yang mulai mengalami kenaikan sembari memberikan solusi atas kenaikan tersebut.
Menurut salah seorang pedagang sayuran, Yuni (45), secara umum harga sembako dan sayuran masih stabil. Namun ada yang mulai naik yakni cabai dan tomat.
BACA JUGA:Ramadan, Jam Belajar Dikurangi, Libur Awal Puasa 3 Hari, Libur Lebaran 2 Minggu
"Kalau untuk cabai merah dari Rp35 ribu per kg naik menjadi Rp45 ribu per kg, cabai setan dari Rp60 ribu per kg naik menjadi Rp80 ribu per kg," katanya.
Kemudian, lanjut Yuni, untuk sayuran tomat dari sebelumnya Rp8 ribu per kg naik menjadi Rp12 ribu per kg. Kenaikan harga tersebut akibat modal sudah tinggi dan pasokannya sedikit. Malah cabai keriting sudah sebulan ini kosong.
"Pasokan sayuran dari Semendo dan Pagaralam. Kenaikan ini sudah beberapa hari terakhir akibat pasokan sedikit dan harga modal sudah tinggi," ujarnya.
Hal senada dikatakan Robin (50), salah seorang pedagang telur. Menurutnya, kenaikan harga telur ayam ini sudah terjadi empat hari terakhir dari Rp28 ribu per kg naik menjadi Rp30 ribu per kg. "Kenaikan tersebut karena dari modalnya sudah naik, sehingga kita harus juga menaikkan untuk menutupi biaya angkut, transportasi, dan lain-lain," katanya.
Menurut Robin, kenaikan harga tersebut semestinya bisa ditekan seminimal mungkin jika sentra peternak telur dibuat dekat Kota Muara Enim atau Pemkab Muara Enim mensubsidi biaya produksi seperti transportasi, biaya kuli angkut, dan lain-lain.
"Mudah-mudahan pas puasa telur tidak naik lagi, sebab kalau naik kami pedagang juga rugi tidak ada yang beli," harap Robin.
BACA JUGA:Antisipasi Inflasi Selama Ramadan dan Lebaran Idulfitri, Pemkot Palembang Gelar Pasar Murah
