Satu Desa di OKU Selatan Terisolir akibat Longsor
LONGSOR: Warga Desa Tanjung Harapan, Sindang Danau, Kabupaten OKU Selatan bergotong royong mencoba membuka akses jalan menuju desanya yang tertimbun longsor. Namun warga diingatkan untuk tetap waspada adanya longsor susulan. - Foto: kholid/sumeks-
OKU SELATAN, SUMATERAEKSPRES.ID-Bencana tanah longsor membuat Desa Tanjung Harapan, Kecamatan Sindang Danau, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Selatan terisolir. Longsor memutus satu-satunya akses menuju desa tersebut Minggu, 1 Februari 2026, sekitar pukul 20.00 WIB, setelah hujan deras dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah tersebut.
Material longsoran berupa tanah bercampur bebatuan menimbun badan jalan desa hingga tak dapat dilalui kendaraan maupun pejalan kaki. Akibatnya, seluruh aktivitas dan mobilitas warga lumpuh.
Iklan Google/Link Sponsor
Jalan tersebut selama ini menjadi jalur vital penghubung desa dengan wilayah lain, termasuk akses distribusi kebutuhan pokok, layanan kesehatan, hingga jalur darurat. Pascakejadian, Pemerintah Desa Tanjung Harapan bersama masyarakat setempat langsung bergerak melakukan gotong royong membersihkan material longsor. Namun, upaya pembersihan secara manual belum membuahkan hasil maksimal.
Kondisi tanah yang masih labil serta ancaman longsor susulan menjadi kendala utama di lapangan, terutama jika hujan kembali turun. Demi keselamatan, warga pun diimbau membatasi aktivitas di sekitar lokasi longsor. Menyikapi situasi tersebut, Pemerintah Kabupaten OKU Selatan melakukan koordinasi lintas instansi untuk penanganan lanjutan.
BACA JUGA:Dana PIP Diduga Dipotong, Siswa SMKN 01 OKU Selatan Gelar Aksi
BACA JUGA:HUT ke-22 OKU Selatan, DPRD dan Pemda Satukan Langkah Wujudkan Daerah Sejahtera
Salah satu langkah yang tengah disiapkan adalah menurunkan alat berat ke lokasi guna mempercepat proses pembersihan material longsor dan membuka kembali akses jalan bagi masyarakat.
Bupati OKU Selatan, Abusama, menegaskan bahwa keselamatan warga menjadi prioritas utama dalam penanganan bencana ini. Ia meminta masyarakat tidak memaksakan diri melintas atau beraktivitas di sekitar lokasi longsor. “Saat ini kondisi tanah masih sangat labil. Kami meminta masyarakat tetap waspada dan menghindari area longsor demi keselamatan bersama. Pemerintah daerah sedang berupaya maksimal agar akses jalan bisa segera dibuka,” ujar Abusama, Selasa (3/2).
Selain itu, Abusama juga mengimbau warga agar mematuhi arahan petugas di lapangan serta proaktif melaporkan jika menemukan tanda-tanda pergerakan tanah yang berpotensi membahayakan. “Partisipasi masyarakat sangat penting. Jika ada retakan tanah, pohon miring, atau indikasi longsor susulan, segera laporkan kepada aparat desa atau pihak berwenang agar bisa ditindaklanjuti secepatnya,” tegasnya.
Ia memastikan, Pemkab OKU Selatan berkomitmen melakukan penanganan bencana secara cepat, terkoordinasi, dan berkelanjutan, sekaligus memastikan masyarakat terdampak tetap mendapatkan perhatian dan pendampingan. “Kami hadir dan bertanggung jawab. Penanganan dilakukan secara bertahap dan terukur, dengan tetap mengutamakan keselamatan warga dan petugas di lapangan,” pungkas Abusama.
