11 KMP Berdiri di Prabumulih
KMP: Sebanyak 11 KMP telah berdiri di Prabumulih dan Pemkot Prabumulih menyiapkan 35 titik lahan untuk dibangun KMP.-FOTO: dian/SUMEKS-
PRABUMULIH, SUMATERAEKSPRES.ID - Pemerintah Kota (Pemkot) Prabumulih terus mempercepat penguatan ekonomi kerakyatan melalui pembangunan Koperasi Merah Putih (KMP) di kota nanas.
Berdasarkan data yang berhasil dihimpun, sampai dengan Januari 2026, tercatat sebanyak 11 gedung koperasi telah berdiri dan sebagian lainnya masih dalam proses pembangunan di sejumlah desa dan kelurahan di kota Prabumulih.
Iklan Google/Link Sponsor
Kepastian tersebut disampaikan langsung Wali Kota Prabumulih, H Arlan, saat melakukan peninjauan lokasi pembangunan Gedung Koperasi Merah Putih di Desa Kemang Tanduk, belum lama ini.
Menurut Wali Kota yang akrab disapa Cak Arlan, pembangunan Koperasi Merah Putih merupakan program strategis nasional yang bertujuan memperkuat ekonomi masyarakat dari tingkat paling bawah. Ke depan, pemerintah menargetkan setiap kelurahan dan desa di Kota Prabumulih memiliki satu gedung Koperasi Merah Putih.
“Saat ini sudah ada 11 titik Koperasi Merah Putih yang dibangun di desa dan kelurahan di Kota Prabumulih,” ungkap Arlan.
BACA JUGA:11 Gedung Koperasi Merah Putih Rampung, Pemkot Prabumulih Siapkan 35 Lokasi Lahan Tambahan
BACA JUGA:Koperasi Desa Merah Putih Jadi Pilar Baru Ekonomi Kerakyatan di Era Presiden Prabowo
Politisi Gerindra itu menjelaskan, pembangunan koperasi tersebut dilakukan secara bertahap. Saat ini, pemerintah daerah telah menyiapkan 35 titik lahan yang akan digunakan untuk pembangunan gedung koperasi selanjutnya. “Untuk lokasi lahan sudah tersedia sebanyak 35 titik. Sementara untuk pembangunan gedungnya, anggaran langsung dari pemerintah pusat,” lanjut Arlan.
Lebih lanjut, pria yang dikenal sebagai pengusaha sukses di bidang getah karet itu menegaskan bahwa pihaknya bakal membangun gedung KMP secepatnya, supaya cepat beroperasional.
Sementara itu, Kepala Desa Kemang Tanduk, Adi Darminto, mengatakan bahwa pembangunan gedung Koperasi Merah Putih di desanya telah memasuki tahap pembangunan fisik. Lahan yang digunakan merupakan tanah hibah dari masyarakat kepada Pemerintah Desa Kemang Tanduk.
“Tanah ini merupakan hibah masyarakat yang kemudian kami serahkan untuk pembangunan Koperasi Merah Putih. Saat ini masih dalam proses pembangunan,” jelas Adi Darminto.
Ia menambahkan, pemerintah desa tidak terlibat dalam pengelolaan anggaran pembangunan gedung tersebut. Seluruh pendanaan berasal dari pemerintah pusat dan dikelola oleh PT Agrinas. "Peran pemerintah desa hanya sebatas menyiapkan lahan sesuai ketentuan, yakni dengan ukuran minimal 20 x 30 meter," sambungnya.
