Hujan Masih Tinggi, Sumsel Siaga Banjir & Longsor
BANJIR: Debit Air Sungai Komering, Kabupaten OKI naik memaksa SD Negeri 1 Ulak Jeremun melakukan pembelajaran secara daring. Warga Sumsel diminta waspada atas potensi bencana yang terjadi akibat curah hujan tinggi. -Foto : NISA/YUDI S/SUMEKS-
SUMSEL, SUMATERAEKSPRES.ID -Kondisi hujan yang melanda wilayah Sumatera secara umum, termasuk Sumatera Selatan dipengaruhi oleh sejumlah dinamika atmosfer yang cukup aktif.
Berdasarkan pemantauan tanggal 17 hingga 19 Januari 2026, wilayah Sumatera Selatan berada dalam pengaruh Gelombang Equator Rossby.
BACA JUGA:Warning BMKG! Waspada Curah Hujan Tinggi Meluas di Sumsel, Dapat Berdampak Bencana Hidrometeorologi
BACA JUGA:Tiga Pasutri Tenggelam di Sungai, Waspada Arus Deras dan Curah Hujan Tinggi
Selain itu, pada tanggal 19 Januari juga terpantau masuknya Gelombang Kelvin yang diperkirakan masih akan mempengaruhi kondisi cuaca hingga tanggal 21 Januari 2026.
Kedua fenomena atmosfer tersebut berpotensi meningkatkan pertumbuhan awan hujan yang berdampak pada peningkatan curah hujan di wilayah Sumatera Selatan.
Banjir masih mengintai warga di empat kecamatan wilayah Kabupaten OKI. Bahkan, debit air di Sungai Komering Kecamatan Kayuagung naik ± 3 cm, kemarin membuat salah satu SDN 1 Desa Ulak Jermun Kecamatan Sirah Pulau Padang terendam.
Kepala Diknas OKI, M Refly mengatakan, kegiatan belajar mengajar tetap dilakukan tapi untuk sekolah yang terdampak siswanya belajar daring sementara. "Jadi daring dulu untuk beberapa hari ke depan," terangnya kemarin (20/1).
Karena tidak mungkin dilakukan kegiatan belajar mengajar di sekolah. Mudah-mudahan banjir yang merendam sekolah dapat segera surut. Karena memang saat ini kondisi curah hujan tinggi.
Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) OKI, Nova Triyussanto mengatakan, pihaknya terus melakukan pemantauan karena kejadian ini untuk warga di Kayuagung ada 575 kepala keluarga yang terdampak, Pedamaran ada 388 kepala keluarga terdampak dan Kecamatan SP Padang 540 kepala keluarga terdampak.
Sementara untuk di Kecamatan Tanjung Lubuk kondisi masih aman belum ada desa yang terdampak banjir. Pihaknya terus melakukan pemantauan kondisi air. Disinggung apakah pihaknya sudah mendirikan posko evakuasi? sambung Nova belum tapi pos kesehatan sudah dibentuk di tiap desa.
Begitu pun dengan bantuan sembako belum disalurkan untuk wilayah kecamatan yang terdampak ini. "Mudah-mudahan segera disalurkan oleh Dinsos OKI," katanya.
Terpisah, BPBD OKU juga menyampaikan hasil monitoring terhadap keberadaan bibit siklon 97S serta siklon tropis NOKAEN, yang turut memberikan pengaruh terhadap pola cuaca regional.
Dominasi angin barat yang masih berlangsung di wilayah Sumatera menjadi indikator bahwa musim hujan masih aktif dan berpotensi memicu hujan dengan intensitas sedang hingga lebat. “Potensi hujan untuk dua hari ke depan di wilayah OKU diprakirakan terjadi pada sore hingga malam hari,” ungkap Manager Pusdalops BPBD OKU, Gunalfi, Selasa (20/01).
