Siap Survei Perbaikan Jalan Sukarami–Tunggul Bute
Pemkab Lahat bersama PT Supreme Energy siap melakukan survei perbaikan Jalan Sukarami–Tunggul Bute demi mendukung mobilitas dan ekonomi masyarakat.-Foto: IST-
LAHAT, SUMATERAEKSPRES.ID – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lahat menggelar rapat persiapan survei perbaikan ruas Jalan Desa Sukarami–Desa Tunggul Bute, Kecamatan Kota Agung, bersama PT Supreme Energy Rantau Dedap (SERD), Senin (5/1).
Rapat berlangsung di Opsroom Pemkab Lahat dan dipimpin langsung Wakil Bupati Lahat, Widia Ningsih SH MH.
Ruas jalan sepanjang sekitar 12 kilometer tersebut merupakan aset milik Pemkab Lahat yang saat ini digunakan PT Supreme melalui skema pinjam pakai. Asisten I Pemkab Lahat, Rudi Thamrin, menegaskan bahwa perbaikan jalan dilakukan untuk kepentingan bersama dan diharapkan dapat meningkatkan aktivitas ekonomi masyarakat, khususnya dalam distribusi hasil perkebunan.
“Dengan kondisi jalan yang baik, mobilitas masyarakat akan lebih lancar dan berdampak pada peningkatan pendapatan, terutama bagi petani,” ujarnya.
BACA JUGA:Bupati Lahat Tinjau Jembatan Gantung Rusak, Pembangunan Dipercepat
BACA JUGA:Pertamina Libatkan Warga Simulasi Darurat di FT Lahat
Kepala Dinas PUPR Lahat, Mirza Azhary, menjelaskan bahwa saat ini ruas jalan tersebut masuk kategori jalan III B dengan bobot muatan 8 ton.
Namun, karena digunakan kendaraan berat milik PT Supreme, diperlukan peningkatan struktur jalan menjadi rigid beton dengan spesifikasi lebih tinggi agar lebih tahan lama.
Ia juga menyampaikan masih diperlukan survei dan pengukuran lahan, terutama terkait pelebaran jalan. Sesuai data Dinas PUPR, terdapat beberapa titik yang lebarnya masih di bawah ketentuan, sehingga berpotensi menghambat pembangunan drainase.
Sementara itu, Hazairiadi Site Suport PT Supreme Energy Rantau Dedap (SERD), menyebutkan bahwa perbaikan jalan telah dilakukan sejak 2018.
BACA JUGA:Larangan Angkutan Batu Bara Ditegaskan, Aliansi LSM Turun ke Jalan di Lahat
BACA JUGA:Targetkan Desa Bantunan Jadi Sentra Perikanan, Ditinjau Bupati dan Anggota DPRD Lahat
Namun, masih terdapat kendala penolakan pelebaran jalan oleh sebagian masyarakat, terutama di Desa Tunggul Bute, karena menyangkut lahan pertanian milik warga.
Menanggapi hal tersebut, Wakil Bupati Lahat Widia Ningsih menegaskan bahwa Pemkab Lahat menghimbau masyarakat untuk mendukung pembangunan. Namun, jika pelebaran tidak mendapat izin, PT Supreme diminta tetap membangun jalan sesuai kondisi yang ada.
