Sumatera Ekspres | Baca Koran Sumeks Online | Koran Sumeks Hari ini | SUMATERAEKSPRES.ID - SUMATERAEKSPRES.ID Koran Sumeks Hari ini - Berita Terhangat - Berita Terbaru - Berita Online - Koran Sumatera Ekspres

https://sumateraekspres.bacakoran.co/

Mitsubishi baru

PHE Ogan Komering Wujudkan Desa Hijau dan Mandiri melalui Kompas Lestari

KOLABORASI: Kolaborasi PT Pertamina Hulu Energi (PHE) Ogan Komering dan masyarakat Desa Makartitama melahirkan Kompas Lestari (Kelompok Masyarakat Pengelola Sampah Sinergi PHE Ogan Komering)-FOTO: PHE FOR SUMEKS-

PRABUMULIH, SUMATERAEKSPRES.ID-Kompas Lestari (Kelompok Masyarakat Pengelola Sampah Sinergi PHE Ogan Komering) menjadi wujud nyata kolaborasi antara PT Pertamina Hulu Energi (PHE) Ogan Komering dan masyarakat Desa Makartitama. Aksi nyata pengelolaan sampah berkelanjutan berbasis ekonomi sirkular.

Perubahan di Desa Makartitama bukan lagi sebatas wacana. Sudut-sudut desa yang sebelumnya dipenuhi tumpukan sampah organik, kini perlahan hilang. Aktivitas warga yang bergelut dengan inovasi menjadi faktor pembeda. Melalui Kompas Lestari, sebuah kelompok masyarakat pengelola sampah yang digagas bersama PT Pertamina Hulu Energi (PHE) Ogan Komering mengubah cara pandang warga tentang limbah.

Salah satunya, diwujudkan dengan membangun Rumah Pusat Studi Budidaya Maggot. Sebuah ruang belajar dan praktik sebagai pusat inovasi warga dalam mengolah sampah organik.

Dari tempat itu kemudian lahir produk bernilai, mulai dari pupuk cair organik, pupuk kasgot, pellet maggot, tepung maggot, hingga enzim penggemuk ternak. Bahkan cangkang maggot yang selama ini dianggap tidak berguna disulap menjadi pellet biomassa, alternatif bahan bakar yang ramah lingkungan.

BACA JUGA:TNI dan Pertamina Jaga Kedaulatan Energi Nasional Bersama Mantapkan Kesiapsiagaan Pengamanan Instalasi Strateg

BACA JUGA:Pertamina Drilling Sabet ASRRAT 2025 Kategori Gold Lagi

Keberadaan Rumah Maggot tidak hanya memberi manfaat langsung bagi warga, tetapi juga berpeluang direplikasi desa lain. Modul pembelajaran khusus disusun agar proses replikasi berjalan lebih mudah, sementara sekolah-sekolah mulai memasukkan edukasi lingkungan ke dalam kegiatan belajar, menanamkan kesadaran sejak dini bahwa limbah dapat menjadi sumber daya.

Perubahan tidak hanya terlihat pada lingkungan fisik, tetapi juga pada kondisi ekonomi dan sosial masyarakat. Lebih dari 30 warga kini terlibat aktif dalam rantai produksi maggot dan produk turunannya. Pendapatan meningkat 20 hingga 30 persen, menciptakan sumber ekonomi alternatif yang sebelumnya tidak terpikirkan. Kelompok perempuan dan pemuda pun menjadi bagian penting dalam pengembangan produk, memperkuat kolaborasi lintas generasi dan membangun kelembagaan Kompas Lestari yang makin solid.

Volume sampah organik di desa tidak hanya berkurang hingga 70 persen, kesadaran masyarakat tentang pentingnya pengelolaan sampah mengalami peningkatan. Pemanfaatan pelet biomassa dari cangkang maggot juga membantu mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar gas serta mendukung upaya penurunan emisi karbon.

Muhibat, Kepala Desa Makartitama melihat perubahan ini sebagai tonggak penting dalam perjalanan desanya. Masyarakat kini mampu mengelola sampah sebagai sumber penghidupan baru.

BACA JUGA:Kilang Pertamina Internasional Dapat Penghargaan Gubernur Sumsel, Hijaukan Pesisir Sungsang

BACA JUGA:Apresiasi Disiplin Keselamatan dan Kepatuhan Operasional, Kementerian ESDM Kunjungi Kilang Pertamina Plaju

“Selain memberi manfaat, Kompas Lestari juga menginspirasi desa-desa lain untuk melakukan hal serupa,” ungkapnya.

Bagi PHE Ogan Komering, lanjut Karyanto, keberhasilan ini mencerminkan komitmen perusahaan menghadirkan Creating Shared Value (CSV) dan mendukung berbagai tujuan pembangunan berkelanjutan. Terutama bidang pekerjaan layak, pembangunan desa berkelanjutan, konsumsi bertanggung jawab, hingga aksi iklim. Kolaborasi ini menjadi bukti bahwa pendekatan partisipatif dan inovatif mampu membawa manfaat ekonomi sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan