Sumatera Ekspres | Baca Koran Sumeks Online | Koran Sumeks Hari ini | SUMATERAEKSPRES.ID - SUMATERAEKSPRES.ID Koran Sumeks Hari ini - Berita Terhangat - Berita Terbaru - Berita Online - Koran Sumatera Ekspres

https://sumateraekspres.bacakoran.co/

Mitsubishi baru

Lahat Perkuat Mesin PAD

DATA OBJEK PAJAK: Tim Bapenda turun ke lapangan untuk memastikan pendataan objek pajak berjalan optimal. - Foto: agustriawan/sumeks-

Lahat, SUMATERAEKSPRES.ID-Pengurangan Dana Transfer Daerah membuat Pemerintah Kabupaten Lahat mengambil langkah cepat untuk memastikan pembangunan tetap berjalan.

Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Lahat, Subranuddin, SE MAP, menegaskan, pihaknya tengah menyiapkan strategi peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui berbagai langkah intensif di lapangan.

Bapenda telah menerima instruksi langsung dari Bupati Lahat Bursah Zarnubi dan Wakil Bupati Widya Ningsih agar segera menghitung ulang seluruh potensi pajak dan retribusi sebagai dasar penetapan target PAD tahun depan.

“Kami sudah melakukan pemetaan seluruh potensi pajak dan retribusi. Ini menjadi dasar agar target tahun berikutnya lebih akurat dan sesuai kondisi riil,” ujarnya, Senin (1/12).

Subranuddin juga menegaskan bahwa seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) pemungut retribusi harus melakukan perhitungan potensi secara teliti. OPD diminta tidak hanya menunggu laporan, tetapi aktif memantau dan mencatat seluruh penerimaan retribusi di unit masing-masing.

BACA JUGA:Tersisa 40 Hari Lagi, Bapenda Palembang Diminta Kejar Target Pajak Rp1,8 Triliun

BACA JUGA:PLN UIP Sumbagsel Terima Penghargaan Kepatuhan Pajak dari Bapenda OKU Timur

“OPD harus punya data yang presisi. Itu dasar kita untuk memperkuat penerimaan daerah,” tegasnya.

Sebagai koordinator penerimaan daerah, Bapenda Lahat kini memaksimalkan langkah ekstensifikasi, intensifikasi, dan inovasi. Upaya ini dilakukan agar PAD naik signifikan demi menyeimbangkan kebutuhan pembangunan.

Tim Bapenda juga terus turun ke lapangan untuk memastikan pendataan objek pajak berjalan optimal. Sejumlah sektor pajak yang menjadi fokus antara lain: Pajak Mineral Bukan Logam dan Batuan (MBLB), Pajak Parkir, Pajak Sarang Burung Walet, Pajak Air Tanah, Pajak Listrik Pemakaian Sendiri, Pajak Hiburan, Pajak Reklame, Pajak Penerangan Jalan, BPHTB, dan PBB-P2.

Untuk PBB-P2, Bapenda telah menyiapkan strategi khusus. Pendataan individu akan dipusatkan pada para pelaku usaha besar, seperti tambang batu bara, pembangkit listrik, perkebunan, pabrik sawit, serta gudang-gudang industri yang beroperasi di Kabupaten Lahat.

“Pendataan ini harus didukung semua pihak. Ini bukan sekadar administrasi, tapi upaya bersama untuk memperkuat keuangan daerah,” ujar Subranuddin.

BACA JUGA:Bayar PBB Kini Bisa Lewat Gawai, Bapenda Lahat Resmi Gandeng Bank Sumsel Babel

BACA JUGA:Gedung Bapenda Sumsel Rusak Diterpa Angin Kencang, Pelayanan Tak Terganggu

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan