BNPB Gelar Bimtek Guna Perkuat Ketangguhan Hadapi Risiko Bencana di Sumsel dan Lampung
--
SUMATERAEKSPRES.ID - Dalam upaya memperkuat ketangguhan daerah terhadap risiko bencana, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bekerja sama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) menyelenggarakan Bimbingan Teknis (Bimtek) Pemaduan Penanggulangan Bencana ke Dalam Dokumen Perencanaan Daerah.
Kegiatan yang digelar di Palembang selama kurang lebih tiga hari kerja mulai 22 – 24 April 2025, bertempat di Hotel Aryaduta ini diikuti oleh perwakilan dari dua provinsi, yakni Sumsel dan Lampung.
Iklan Google/Link Sponsor
BACA JUGA:Pentingnya Kedisiplinan dan Respons Cepat BPBD dalam Penanggulangan Bencana di Prabumulih
BACA JUGA:Peringatan Dini Tanah Longsor, BPBD Ingatkan Warga Siaga
Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Sumatera Selatan, M. Iqbal Alisyahbana, S.STP, M.M, diwawancarai awak media menegaskan pentingnya bimtek ini sebagai sarana untuk menyinkronkan berbagai dokumen penanggulangan bencana agar dapat terintegrasi secara utuh ke dalam perencanaan pembangunan di tingkat daerah.
“Bimtek ini bertujuan agar penanggulangan bencana tidak berjalan sendiri, tetapi menjadi bagian integral dari proses pembangunan.
Dengan begitu, program dan kegiatan pembangunan di OPD teknis memiliki arah yang jelas dan mempertimbangkan aspek kebencanaan,” jelas Iqbal.
Iqbal juga menyebutkan bahwa Sumsel telah menyusun sejumlah dokumen strategis terkait kebencanaan, seperti Kajian Risiko Bencana, Rencana Penanggulangan Bencana, Rencana Kedaruratan, serta Rencana Rehabilitasi dan Rekonstruksi.
Bahkan, indikator kebencanaan telah mulai dimasukkan dalam dokumen perencanaan pembangunan daerah.
“Pemaduan penanggulangan bencana ke dalam dokumen perencanaan merupakan langkah strategis mewujudkan pembangunan yang tangguh bencana.
Kami juga menekankan pentingnya memasukkan indikator kebencanaan dalam RPJMD dan indikator kinerja utama BPBD,” tegasnya.
Melalui kegiatan ini, BPBD Sumsel mendorong agar kabupaten/kota juga menyusun dokumen kebencanaan serupa dan melakukan sinkronisasi indikatornya dalam rencana pembangunan mereka masing-masing.
Saat ini, Indonesia khususnya Sumatera Selatan masih berada dalam musim penghujan. BMKG mencatat terdapat 12 hingga 13 kabupaten/kota di Sumsel yang masuk dalam status siaga, termasuk beberapa wilayah di Kalimantan.
Pemerintah daerah diminta untuk tetap siaga, terutama dalam memantau debit air sungai yang dapat menjadi indikator awal potensi banjir.
