8 Contoh Studi Kasus 500 Kata: Referensi Bagi Peserta PPG Guru Tertentu Tahap 2
Berikut 8 contoh studi kasus UKPPPG 500 kata bagi peserta PPG Guru Tertentu Tahap 2.-Foto: sumateraekspres.id-
SUMATERAEKSPRES.ID - Berikut ini adalah sebanyak 8 contoh studi kasus UKPPPG 500 kata bagi peserta PPG Guru Tertentu Tahap 2.
Salah satu yang akan ditemui peserta PPG Guru Tertentu Tahap 2 adalah studi kasus, disini peserta harus menulisnya sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Nah, artikel ini mencoba memberikan sebanyak 8 contoh studi kasus UKPPPG 500 kata yang mungkin bisa dijadikan inspirasi bagi peserta UKPPPG.
Namun, contoh studi kasus itu tidak boleh diikuti sepenuhnya dan harus ditulis ulang dengan ide lain yang sesuai Juknis UKPPPG 2025.
BACA JUGA:Simulasi Cicilan KUR BRI 2025, Pinjaman Hingga Rp100 Juta dengan Bunga 6%
BACA JUGA:Ajukan Pinjaman Sekarang! Bank BRI Beri Program Bagi Guru Pemilik Serdik, Ini Syaratnya
Berikut 8 contoh studi kasus UKPPPG 500 kata bagi peserta PPG Guru Tertentu Tahap 2.
Studi Kasus 1: Mengatasi Kesulitan Siswa dalam Memahami Pecahan
Sebagai guru sekolah dasar, saya menghadapi kendala serius ketika mengajarkan pecahan pada siswa kelas IV. Materi ini dianggap sulit karena sifatnya abstrak.
Pada awalnya, saya menggunakan ceramah dan soal latihan dari buku teks.
Namun, hasil ulangan menunjukkan sebagian besar siswa tidak mencapai KKM. Dari 30 siswa, hanya 8 yang nilainya memenuhi standar.
BACA JUGA:Program Pinjaman Bunga Rendah UMKM 2025, Simak Daftar dan Syaratnya
BACA JUGA:Pinjaman BRI Bunga Ringan, Kesempatan Emas UMKM Perluas Usaha Tanpa Beban Berat
Situasi ini memengaruhi motivasi siswa. Banyak dari mereka mengaku takut matematika. “Bu, pecahan itu susah,” ujar salah seorang siswa. Hal ini menunjukkan pembelajaran tidak hanya gagal secara kognitif, tetapi juga berdampak pada aspek afektif.
Saya kemudian menganalisis penyebab. Berdasarkan observasi, siswa kesulitan membayangkan pecahan sebagai bagian dari keseluruhan. Maka, saya beralih ke pendekatan kontekstual. Pada pertemuan berikutnya, saya membawa kue tart. Siswa melihat langsung bagaimana satu potong kue mewakili 1/8 bagian. Saya juga menggunakan kertas lipat untuk menunjukkan 1/2, 1/4, dan 1/8.
