Sumatera Ekspres | Baca Koran Sumeks Online | Koran Sumeks Hari ini | SUMATERAEKSPRES.ID - SUMATERAEKSPRES.ID Koran Sumeks Hari ini - Berita Terhangat - Berita Terbaru - Berita Online - Koran Sumatera Ekspres

https://sumateraekspres.bacakoran.co/

Mitsubishi baru

Sulap Lahan jadi Kebun Anggur

BUDIDAYA ANGGUR: Taufik Rahman, warga Jalan Bakti Guna, Desa Tanjung Seteko, kecamatan Indralaya, Ogan Ilir ini memanfaatkan lahan kosongnya menjadi kebun anggur. -FOTO: ANDIKA/SUMEKS-

INDRALAYA, SUMATERAEKSPRES.ID  - Ketertarikan pada hobi sekaligus melihat prospek cerah dari hasil buah anggur membuat seorang pegawai negeri sipil (PNS) di lingkungan DPRD Ogan Ilir, Taufik Rahman, serius mengembangkan budidaya anggur. Bahkan, ia sampai menjuluki dirinya sebagai “pengangguran” atau penghobi anggur.

Sejak awal 2025, Taufik mulai menggarap kebun anggur di lahan kosong seluas 300 meter persegi di Jalan Bakti Guna, Desa Tanjung Seteko, Kecamatan Indralaya. Lahan itu ia lengkapi dengan greenhouse berbahan rangka baja ringan, atap plastik UV, dan jaring schrennet. Kebun tersebut diberi nama Rumah Anggur Boss 78.

“Saat ini ada berbagai jenis bibit anggur yang kami datangkan dari Ukraina, Jepang, Thailand, hingga Amerika Serikat. Rata-rata tanaman yang dikelola berusia sekitar delapan bulan,” ujarnya.

Menurut Taufik, hanya dalam waktu 3,5 bulan sejak ditanam, anggur-anggurnya sudah berbunga dan sebagian menghasilkan buah. Jenis yang ditanam pun beragam, antara lain Jupiter, Harold, Taldun, Shin Muscat, Dubosky Pink, Everest, Gozv, Transfiguration, Banana, Basanti, Casanova, Julian, Moondrop, hingga Akademik.

“Setiap jenis punya karakter dan rasa berbeda, sehingga menarik minat pecinta anggur. Kuncinya adalah memahami nutrisi dan perawatan sejak fase vegetatif hingga generatif,” jelasnya.

BACA JUGA:Dari Pekarangan Rumah Hasilkan Anggur dan Jeruk Segar

BACA JUGA:Atasi Pengangguran 58 Calon Magang Jepang

Untuk media tanam, Taufik meracik campuran khusus berupa sekam bakar, sekam mentah, arang, kohe kambing, dan cacahan batang pisang, yang diaduk dengan tanah baru sebelum penanaman. Dengan metode ini, kata dia, pertumbuhan anggur lebih optimal dan buah yang dihasilkan pun berkualitas.

Saat ini, terdapat sekitar 60 batang anggur di lahan dan 12 batang dalam pot. Selain menjual buah hasil panen, Taufik juga menawarkan bibit. Harganya bervariasi, mulai Rp80 ribu untuk bibit kecil hingga Rp2 juta per batang untuk bibit siap berbuah.

“Dengan perawatan rutin, satu pohon anggur berusia di atas satu tahun bisa menghasilkan 10 hingga 20 kilogram buah,” katanya.

Ia mengaku hanya menggunakan pupuk organik hasil fermentasi sampah buah dengan tambahan cairan EM4. Penyiraman dilakukan tiga kali sehari agar kelembapan tetap terjaga. “Untuk fase vegetatif, dibutuhkan pupuk tinggi nitrogen. Sedangkan fase generatif memerlukan nutrisi khusus agar bunga dan buah tumbuh sempurna,” jelasnya.

Dengan adanya greenhouse, serangan hama seperti wereng dan kumbang pemakan daun relatif terkendali. Tantangan terbesar justru datang dari jamur akibat kelembapan tinggi, sehingga kualitas perawatan harus dijaga.

BACA JUGA:Grab Hadir di Martapura, Bupati Enos Optimistis Kurangi Pengangguran dan Dorong Ekonomi Digital

BACA JUGA:10 Jurusan Sarjana S1 dengan Lulusan Pengangguran Terbanyak, Ini Alasannya

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan