Sumatera Ekspres | Baca Koran Sumeks Online | Koran Sumeks Hari ini | SUMATERAEKSPRES.ID - SUMATERAEKSPRES.ID Koran Sumeks Hari ini - Berita Terhangat - Berita Terbaru - Berita Online - Koran Sumatera Ekspres

https://sumateraekspres.bacakoran.co/

Mitsubishi baru

Atribut One Piece Turun, Pimpin Demonstrasi Mahasiswa PGRI di DPRD Sumsel

Atribut One Piece Turun ke Jalan! Bendera One Piece Pimpin Demonstrasi Mahasiswa PGRI di DPRD Sumsel-Foto: sumateraekspres.id-

SUMATERAEKSPRES.ID  – Aksi demonstrasi damai yang digelar aliansi mahasiswa dari berbagai universitas di Sumatera Selatan, Senin (1/9), menarik perhatian publik bukan hanya karena tuntutannya—tetapi juga karena atribut tak biasa yang dibawa bendera bajak laut One Piece.

Simbol dari kru Topi Jerami itu berkibar di antara lautan spanduk dan megafon saat mahasiswa memadati kawasan simpang lima DPRD Sumsel sekitar pukul 12.20 WIB.

Bendera itu tampak dikibarkan tinggi-tinggi oleh salah satu peserta aksi, menyatu dengan semangat orasi yang menuntut perubahan.

BACA JUGA:Herman, Pedagang Pempek Berusia 66 Tahun Raup Cuan di Tengah Unjuk Rasa, Pernah Jualan Juga Saat Demo 1998

BACA JUGA:Usai Gelar Aksi Damai di Kantor Gubernur Sumsel, Mahasiswa Lanjut ke DPRD

Simbol Budaya Pop yang Sarat Makna

Kehadiran bendera yang identik dengan karakter Luffy itu bukan sekadar hiasan.

Bagi sebagian mahasiswa, simbol One Piece mencerminkan semangat melawan ketidakadilan, keberanian menghadapi kekuasaan, dan solidaritas dalam memperjuangkan mimpi bersama—nilai-nilai yang mereka rasa sejalan dengan gerakan mahasiswa.

BACA JUGA:Menjelang Aksi Mahasiswa, Jalan Protokol Palembang Lengang

BACA JUGA:Profil Ahmad Sahroni: Dari Tukang Semir Sepatu hingga Crazy Rich Tanjung Priok yang Dinonaktifkan dari DPR R

Fenomena penggunaan simbol budaya pop dalam aksi-aksi massa bukan hal baru, namun tetap menarik karena menunjukkan bagaimana generasi muda mengartikulasikan protes mereka dengan cara yang lebih kreatif dan komunikatif.

Empat Tuntutan Utama Mahasiswa

Aksi ini berlangsung tertib di bawah pengawasan aparat kepolisian dan Satpol PP. Di balik atribut nyentrik itu, para mahasiswa menyampaikan empat tuntutan serius kepada pemerintah pusat:

  1. Mendesak Presiden mencopot Kapolri dan melakukan reformasi menyeluruh terhadap institusi kepolisian.

  2. Mendorong pengesahan RUU Perampasan Aset sebagai upaya pemberantasan korupsi.

  3. Menolak pembahasan lanjutan terhadap RUU KUHAP yang dinilai mengancam kebebasan sipil.

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan