Sumatera Ekspres | Baca Koran Sumeks Online | Koran Sumeks Hari ini | SUMATERAEKSPRES.ID - SUMATERAEKSPRES.ID Koran Sumeks Hari ini - Berita Terhangat - Berita Terbaru - Berita Online - Koran Sumatera Ekspres

https://sumateraekspres.bacakoran.co/

Mitsubishi baru

Puluhan Rumah di Desa Kepayang Hangus Terbakar, Diduga Dipicu Ledakan Kompor

Puluhan rumah di Desa Kepayang ludes dilalap api. Diduga dipicu ledakan kompor, kerugian ditaksir capai Rp2,5 miliar. Foto:Ist--

MUBA, SUMATERAEKSPRES.ID – Kepanikan melanda warga Desa Kepayang, Kecamatan Bayung Lencir, Kabupaten Musi Banyuasin, setelah kobaran api melalap puluhan rumah, Selasa (26/8/2025) siang.

Musibah kebakaran yang terjadi sekitar pukul 13.00 WIB itu menghancurkan sedikitnya 10 rumah semi permanen serta satu gedung walet.

Peristiwa bermula dari dugaan ledakan kompor gas di salah satu rumah warga. Api yang cepat membesar segera menjalar ke bangunan lain di sekitarnya.

Sebagian besar rumah yang terbuat dari kayu dan berdempetan membuat si jago merah semakin sulit dikendalikan.

Warga yang panik berlarian menyelamatkan diri, sementara yang lain berupaya memadamkan api dengan alat seadanya. Namun, usaha tersebut tak mampu menahan laju kobaran yang terus meluas.

BACA JUGA:Arifin Dikeroyok Usai Saling Ejek di Medsos, Korban Alami Luka Bacok Celurit dan Corbek

BACA JUGA:Kecelakaan Maut di Muba, Motor Tabrak Truk Hino: Lukman (80) Tewas di Lokasi

Tidak Ada Korban Jiwa, Kerugian Capai Rp2,5 Miliar

Camat Bayung Lencir, M. Imron, menuturkan bahwa api dengan cepat membesar lantaran kondisi rumah saling berdekatan dan berbahan kayu.

“Syukurlah tidak ada korban jiwa. Namun, kerugian material ditaksir mencapai Rp2,5 miliar,” ujarnya.

Rumah-rumah yang rata dengan tanah tercatat milik Muhamad, Mesran, Jenal, Mulyadi, Tita, Prengki Saputra (pemilik gedung walet), Yahoni, Suparman, Usni Tambrin, dan Saleha.

Pemerintah Desa Bergerak Cepat

Pemerintah Desa Kepayang segera menurunkan tim untuk melakukan pendataan sekaligus mencatat kebutuhan darurat para korban

. Kepala Desa Kepayang, Berry Andrianto, menegaskan bahwa fokus utama saat ini adalah membantu warga terdampak.

BACA JUGA:Belum Terima Gaji, Ribuan PPPK Kota Prabumulih Resah

BACA JUGA:Puluhan Kali Water Bombing, Padamkan Karhutla Seluas 4 Hektare

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan