Sumatera Ekspres | Baca Koran Sumeks Online | Koran Sumeks Hari ini | SUMATERAEKSPRES.ID - SUMATERAEKSPRES.ID Koran Sumeks Hari ini - Berita Terhangat - Berita Terbaru - Berita Online - Koran Sumatera Ekspres

https://sumateraekspres.bacakoran.co/

Mitsubishi baru

Iklan Google/Link Sponsor

Puting Beliung Terjang Desa Sridadi OKU Timur, Puluhan Rumah Rusak

RUSAK PARAH: Salah satu rumah warga Desa Sridadi, Kecamatan Buay Madang, Kabupaten OKU Timur, yang rusak parah dihantam puting beliung pada Rabu (20/8) malam. Hingga kini warga masih mengharapkan bantuan.-FOTO : KHOLIK/SUMEKS-

OKU TIMUR, SUMATERAEKSPRES.ID – Hujan deras yang disertai angin kencang berubah menjadi puting beliung, menerjang permukiman warga Desa Sridadi, Kecamatan Buay Madang, Kabupaten OKU Timur, Rabu (20/8) malam.

Dalam hitungan menit, puluhan rumah porak-poranda. Atap beterbangan, pohon tumbang, hingga fasilitas umum roboh.


Iklan Google/Link Sponsor

BACA JUGA:Polres Banyuasin Tunjukkan Aksi Cepat, Ringankan Korban Bencana Angin Puting Beliung yang Mengguncang

BACA JUGA:Diterjang Angin Puting Beliung, 25 Rumah Rusak

Tidak ada korban jiwa, namun kepanikan membuat sebagian warga terpaksa mengungsi ke rumah kerabat lantaran tempat tinggal mereka tak lagi layak huni.

“Semalam itu sangat mencekam. Hujan deras, listrik padam, warga hanya bisa berdiam di dalam rumah. Baru pagi hari kami bisa melihat jelas betapa banyak kerusakan,” tutur Kepala Desa Sridadi, Dedi Kurniawan, Jumat (22/8).

Berdasarkan data terbaru, tujuh rumah warga dilaporkan rusak parah, 22 rumah rusak ringan, sembilan pohon tumbang, sebuah musala rusak, tribun lapangan bola roboh, serta delapan tenda perlombaan Agustusan hancur.

Tak hanya itu, sekitar 50 hektare lahan padi siap panen juga rusak diterjang angin.

“Kalau rusak ringan rata-rata genteng lepas, asbes pecah, atau kanopi patah. Tapi untuk yang rusak parah, rumah sudah tidak bisa ditempati lagi,” jelas Dedi.

Malam kejadian, warga hanya bisa saling menguatkan di dalam rumah. Ketakutan bercampur pasrah membuat mereka enggan keluar.

Baru ketika hujan reda menjelang pagi, sebagian warga mulai mengevakuasi barang-barang yang tersisa.

Keesokan harinya, warga bersama perangkat desa langsung bergotong royong. Mereka menyingkirkan puing, menebang pohon tumbang, dan membantu memperbaiki rumah yang rusak.

“Kami hanya mengandalkan tenaga sendiri. Semampunya, agar kehidupan bisa cepat pulih,” ucap Dedi.

Meski pihak kecamatan dan BPBD sempat meninjau lokasi, warga mengaku bantuan darurat belum kunjung datang. Mereka masih mengandalkan swadaya untuk bertahan.

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan