Tonjolkan Produk Olahan Jelantah-Keripik
PENILAIAN LAPANGAN : Tim juri Lomba Kampung Kreatif Kota Palembang VI tahun 2025 meninjau Kampung Kreatif Pelangi Langturif dan Kampung Kreatif Kriuk, kemarin (18/8).-foto: budiman/sumeks-
Tim Juri Tinjau Kampung Kreatif Pelangi Langturif dan Kampung Kreatif Kriuk
PALEMBANG, SUMATERAEKSPRES.ID - Setelah menyelesaikan tahapan paparan, tim juri Lomba Kampung Kreatif Kota Palembang VI 2025 mulai melakukan penilaian lapangan. Ada dua kampung kreatif yang disambangi, kemarin (19/8),
Pertama, Kampung Kreatif Pelangi Langturif sebagai perwakilan dari Kecamatan Sukarami dan Kampung Kreatif Kriuk yang menjadi perwakilan Kecamatan Sako. Tim juri yang melakukan penilaian lapangan yakni Maulidia Wahyuni dari Dinas Pariwisata Palembang, budayawan Palembang RM Ali Hanafiah, dari Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) Palembang, Ketua Forketas Sumsel Prof Dr Sri Rahayu, Vita Sandra dari Disbudpar Sumsel, dosen ITB Dr M Juliansyah, Komite Ekonomi Kreatif Yudi Suhairi dan Sumatera Ekspres, Rendi Fadhilah.
Dalam peninjauan lapangan ini, tim juri ingin memastikan kalau kampung kreatif peserta lomba memang sudah ada keberadaanya. Kemudian, siapa saja yang terlibat dalam pengelolaan kampung kreatif, serta apa saja yang sudah dilakukan.
Salah seorang juri RM Ali Hanafiah atau Mang Amin menyampaikan, selain berinteraksi langsung dengan masyarakat yang terlibat dalam pengelolaan kampung kreatif, tersebut, juri juga dapat memberikan masukan dan saran. “Kita ingin kampung kreatif yang ada ini meningkat usahanya dan menjadi destinasi wisata baru Kota Palembang,” imbuh dia.
BACA JUGA:Ubah Minyak Jelantah Jadi Produk Bernilai Ekonomis, Inovasi Kampung Kreatif Palembang
BACA JUGA: Hari Terakhir Paparan Lomba Kampung Kreatif, Lima Kecamatan Unjuk Gigi
Misalnya, Kampung Kreatif Pelangi Talang Betutu Kreatif (Langturif) di Jl Sampurna RT 30 RW 11 Kelurahan Talang Betutu, Kecamatan Sukarami, memiliki UMKM pakan ampas minyak jelantah (Pasta 30). Minyak jelantah diolah menjadi pakan ternak, lilin aroma terapi dan gantungan kunci.
Ada juga pemberdayaan ibu-ibu warga sekitar dengan membuat berbagai kerajinan berupa tas, kantong dan produk lainnya memanfaatkan sampah plastik. Ketua Kampung Pelangi Langturif, Rusli menyampaikan, untuk bahan baku minyak jelantah dan sampah didapat dari kerja sama dengan kelompok wanita tani.
Para dewan juri melihat secara langsung melihat proses pengolahan minyak jelantah di tampung, dikukus, dipresentasikan hingga menghasilkan dua produk berupa lilin dan bungkil yang dijadikan pakan ternak. Di Kampung Kreatif Pelangi Langturif ini juga mendirikan Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA). Lokasi ini menjadi wahana bermain dan belajar bagi anak-anak karena terdapat banyak permainan dan pojok baca.
Peninjauan kedua ke Kampung Kreatif Kriuuk di Jl Langgar Kelurahan Sukamaju, Kecamatan Sako. Kampung ini punya UMKM kuliner berupa pembuatan berbagai jenis keripik. Seperti keripik pisang, ubi, kentang, talas, kacang dan lainnya.
Tim juri melihat proses pembuatan kripik mulai dari pemilihan bahan baku, penggorengan pengemasan hingga galery penjualan. Plt Lurah Sukamaju Hamid menyampaikan, keberadaan kampung ini sudah ada sejak 2002. “Diawali Cek Ella sebagai pioneer, sekarang terus berkembang. Semakin banyak masyarakat yang terlibat dan usaha ini menambah ekonomi warga Kampung Kriuuk,” pungkasnya.
