Lanjut di hari ketiga, dewan juri kampung kreatif dengarkan paparan tiga kecamatan
PAPARAN : Dewan juri Lomba Kampung Kreatif tingkat Kota Palembang tahun 2025 saat melihat satu persatu hasil karya dari peserta, kemarin (13/8). -Foto : Budiman/sumeks-
PALEMBANG, SUMATERAEKSPRES.ID - Hari ketiga Paparan Profil dan Keunggulan peserta Lomba Kampung Kreatif ke VI Kota Palembang tahun 2025 menghadirkan 5 peserta dari perwakilan Kecamatan Se Kota Palembang.
Kelima peserta masing-masing berasal dari Kecamatan Bukit Kecil, Semarang Borang, Seberang Ulu (SU)-II, Jakabaring dan Kemuning.
Paparan peserta ini dilakukan di ruang Aula Rapat Dinas Pariwisata Kota Palembang, mereka memaparkan keunggulan Kampung kreatifnya di hadapan dewan juri yang diketuai RM Ali Hanafiah atau Mang Amin sejarahwan Kota Palembang dan juga Staf Khusus Walikota Palembang dibidang Pariwisata, Budaya dan Ekonomi Kreatif.
Dalam paparannya para peserta Kampung Kreatif 2025 harus menyampaikan alasan pemilihan Kampung kreatif yang diajukan, keunggulan bahkan sampai kekurangan dan tantangan yang dihadapi untuk membentuk Kampung tersebut untuk menjadi Kampung Kreatif. Pasalnya pada tahun ini lomba Kampung kreatif kota Palembang bukan hanya sekedar lomba untuk mencari pemenang melainkan Kampung Kreatif yang diikutkan lomba tersebut akan dilakukan pendampingan yang berkelanjutan oleh berbagai OPD kota Palembang sehingga Kampung tersebut dapat bertahan lama, Hal ini disampaikan Kabid Ekonomi Kreatif Dispar Kota Palembang Maulidia Wahyuni.
BACA JUGA:Kesenian Dulmuluk Menjadi Ikon Kampung Kreatif di Palembang
BACA JUGA:Ajang Lomba Kampung Kreatif Kota Palembang Mulai Masuki Tahap Paparan Profil dan Keunggulan Peserta
Kecamatan Bukit Kecil memaparkan keunggulan Kampung Kreatif Bank Sampah Kenanga yang berada di Jalan Faqih Jalaludin Lorong Fachrudin Kel. 19 Ilir Bukit Kecil Palembang.
Direktur Bank Sampah Kenanga Nyimas Eli Agustina memaparkan profil Bank Sampah yang telah berdiri sejak tahun 2022 silam.
Bank Sampah merupakan tempat penampungan Sampah masyarakat khususnya di Kelurahan 19 Ilir dimana masyarakat sebelum membawa Sampah ke Bank sampah harus memilahnya lebih dahulu untuk Sampah organik dan anorganik.
Lalu sampah tersebut ditimbang, dicatat sesuai berat dan jenisnya lalu petugas menghitung nilai Sampah yang disetorkan dan dichat dibuku tabungan Bank sampah.
Lanjut Eli anggota atau nasabah Bank Sampah Kenanga memiliki anggota 198 orang dengan anggota aktif 90 orang dan Sampah yang berhasil ditampung seberat 4878 Kg untuk tahun 2024.
Tujuan utama pendirian bank sampah sebagai wadah peduli kepada kelestarian lingkungan dalam upaya meningkatkan lingkungan yang bersih dan sehat. "Selain menjual kembali Sampah yang ditampung Bank sampah juga menghasilkan berbagai produk dari Sampah tadi seperti cenderamata, tas, sandal, kotak kue dan sabun dari minyak jelantah. Ayo Ubah Sampahmu menjadi emas," urainya.
BACA JUGA: Cari Kampung Kreatif, Bukan Kampung Aladin, Hari Pertama Paparan Perwakilan AAL, Sukarami dan Gandus
