OKI Sukses Tingkatkan Produktivitas Padi Lewat Program Oplah dan Brigade Pangan
RAWAT BERSAMA: Alat-alat pertanian diharapkan tak hanya jadi pajangan atau dipakai sebentar lalu rusak tapi dirawat bersama agar bisa dimanfaatkan bersama-sama. FOTO: NISA/SUMEKS--
KAYUAGUNG, SUMATERAEKSPRES.ID - Program Optimalisasi Lahan Sawah (Oplah) dan Brigade Pangan (BP) di Kabupaten OKI telah menunjukkan hasil signifikan dalam mendukung ketahanan pangan nasional.
Program yang meningkatkan produktivitas padi, tetapi juga berdampak positif terhadap kesejahteraan petani dan perekonomian daerah.
BACA JUGA:Serangan Hama Putih Palsu Ancam Produksi Padi di Ogan Ilir, Petani Diminta Waspada
BACA JUGA:Petani Jejawi Semprot Padi Varietas Ciliwung dan Ciherang Cegah Hama Wereng
Sebelumnya Indeks Pertanaman (IP) di Kabupaten OKI hanya dapat menanam padi sekali setahun (IP 100), melalui optimalisasi lahan, sebagian wilayah kini mampu mencapai IP 200 hingga 300.
‘’Alhamdulillah bersiap menanam IP300. Kecamatan Lempuing memang sejak awal diperuntukkan untuk pertanian” terang Bupati OKI, H. Muchendi di Desa Sindang Sari Kecamatan Lempuing dan Desa Juk Dadak Kecamatan Tanjung Lubuk.
Data Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura OKI, luas tanam padi Kabupaten OKI periode Januari sampai dengan Juli 2024 mencapai 75.179 ha sementara luas panen di periode yang sama seluas 65.095 Ha.
Peningkatan produksi ini berdampak langsung pada peningkatan pendapatan petani dan perbaikan taraf hidup masyarakat.
Keberhasilan program ini juga didukung pemanfaatan teknologi pertanian modern. Pada 2025, Kabupaten OKI mendapat sebanyak 568 alsintan berupa 150 traktor roda (TR) 4, 469 traktor roda (TR) 2, 125 rice transplanter, 255 rotapator, 395 pompa air 4 inci, 88 pompa air 6 inci dan 135 hansprayer.
Jadi alat-alat pertanian ini tidak hanya jadi pajangan atau dipakai sebentar lalu rusak. ‘’Mari ubah pola pikir, rawat bersama.
Bantuan ini harus beranak pinak seperti yang dikatakan Pak Menteri Pertanian. Kombain satu bisa jadi dua, transplanter bisa bertambah, asal kita kelola dengan baik,’’ ujar Muchendi.
Petani di OKI juga merasakan manfaat langsung dari program ini. Sularno, seorang petani di Kecamatan Tanjung Lubuk mengatakan, dengan adanya dukungan alat dan mesin pertanian, proses panen menjadi lebih cepat dan efisien.
‘’Dulu kami panen secara manual yang memakan waktu dan tenaga. Sekarang dengan combine harvester, panen lebih cepat dan hasilnya lebih banyak,” ujarnya.
Alih fungsi lahan karet ke sawah diapresiasi Bupati sebagai upaya warganya dalam menjaga ketahanan pangan, dengan cara mengalihkan fungsi lahan karet menjadi lahan persawahan.
